Beranda Keislaman

Khutbah Jumat: Menghapus Sesal Sebelum Ajal

Khutbah Jumat: Menghapus Sesal Sebelum Ajal
Khutbah Jumat: Menghapus Sesal Sebelum Ajal

Khutbah Jumat: Menghapus Sesal Sebelum Ajal

Oleh: Muhammad Shodiq Ma’mun, S.Sos

Khutbah I

الْحَمْدُ لِلَّهِ الْمُطَّلِعِ عَلَى خَفِيَّاتِ الضَّمَائِرِ، الْعَالِمِ بِمَكْنُونَاتِ السَّرَائِرِ، غَفَّارِ الذُّنُوبِ وَسَتَّارِ الْعُيُوبِ وَمُفَرِّجِ الْكُرُوبِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، صَرَّفَ الْأُمُورَ بِتَدْبِيرِهِ، وَعَدَّلَ تَرْكِيْبَ الْخَلْقِ فَأَحْسَنَ فِيْ تَصْوِيْرِهِ. الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ نَبِيِّهِ وَصَفِيِّهِ وَخَلِيلِهِ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِينَ اتَّبَعُوا سِيْرَتَهُ وَفَضَائِلَهُ.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: قُلْ اِنَّ رَبِّيْ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ وَيَقْدِرُ لَهٗ ۗوَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗ ۚوَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ.

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Marilah kita senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan taat menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Dalam perjalanan hidup ini, manusia tak pernah lepas dari penyesalan. Penyesalan itu muncul saat kita menyadari kebaikan yang terlewatkan, entah urusan duniawi seperti peluang rezeki yang sirna, atau urusan akhirat seperti amal saleh yang tertunda.

Namun, bersyukurlah kita! Penyesalan bukan jalan buntu, melainkan pelajaran berharga yang mendorong perubahan, selama kita segera memperbaiki diri dan bertindak nyata, serta berusaha menjauhi sebab-sebab agar penyesalan itu tidak terulang kembali.

Lebih dari satu abad yang lalu, sekitar 130 tahun yang silam, kitab Nashaihul Ibad karya Syekh Nawawi al-Bantani mengingatkan kita:

أربعةٌ تُورِثُ الحَسْرَةَ: مَالٌ لَمْ يُنْفَقْ، وَعِلْمٌ لَمْ يُعْمَلْ بِهِ، وَشَبَابٌ لَمْ يُسْتَغَلَّ، وَصُحْبَةٌ لَمْ تَنْفَعْ

“Empat hal yang bisa mewariskan (menyebabkan) penyesalan:”

Pertama, مَالٌ لَمْ يُنْفَقْ (Harta yang tidak diinfakkan).

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah, setiap manusia memang menyukai harta dunia, anugerah Allah yang begitu menggoda. Namun, bayangkan jika kekayaan itu hanya ditumpuk di brankas tanpa dizakati atau disedekahkan. Maka keberkahan hartanya pun akan hilang, dan justru menjadi masalah besar saat dihisab di akhirat. Jangan biarkan harta menumpuk tanpa dialokasikan untuk kebaikan, agar kekayaan kita menjadi jalan menuju keselamatan, bukan sumber penyesalan abadi.

Kedua, وَعِلْمٌ لَمْ يُعْمَلْ بِهِ (Ilmu yang tidak diamalkan).

Ilmu adalah sumber segala kebaikan, warisan para nabi dan ulama. Tapi, sayang jika ilmu hanya diucapkan atau dikampanyekan tanpa diamalkan! Ada pepatah yang mengatakan: “Ilmu tanpa amal seperti pohon tak berbuah.” Dalam Islam, ilmu yang hakiki adalah sesuatu yang menerangi hati dan menuntun kita ke dalam kebaikan dan kebenaran, bukan sekadar pengetahuan atau hiasan semata.

Ketiga, وَشَبَابٌ لَمْ يُسْتَغَلَّ (Masa muda yang tidak dimanfaatkan).

Masa muda merupakan tambang emas potensi, di mana kekuatan fisik, semangat, dan cita-cita mencapai puncaknya. Ia seperti angin musim semi yang singkat, penuh peluang untuk ketaatan, ibadah, dan menimba ilmu agama. Sayang sekali jika masa muda itu dibuang dalam pusaran hiburan fana, media sosial yang tidak membuahkan kemanfaatan, atau perbuatan maksiat yang merusak. Penyesalan darinya akan menggerogoti hati di usia tua, karena waktu muda hanya datang sekali, tidak pernah kembali, dan meninggalkan kekosongan yang tidak tergantikan.

Keempat, وَصُحْبَةٌ لَمْ تَنْفَعْ (Pertemanan yang tidak memberi kemanfaatan).

Lingkaran pergaulan adalah cermin diri kita; ia membentuk nasib kita secara halus tapi pasti. Bergaul dengan teman buruk yang menjerumuskan ke dalam dosa hanya menyia-nyiakan waktu dan tenaga, seperti berlayar di kapal bocor menuju badai. Pilihlah sahabat yang saleh, yang saling mengajak kebaikan, mengingatkan takwa, dan menjadi perantara kita mendekat kepada Allah SWT. Secara sosiologis akhlak, teman di dunia ini akan menentukan teman kita kelak di akhirat.

Oleh karenanya, marilah kita hindari empat penyebab penyesalan ini. Segera perbaiki diri, amalkan ilmu, infakkan harta, manfaatkan masa muda, dan pilih sahabat yang baik, agar kita termasuk golongan orang-orang yang tidak pernah menyesal di dunia, apalagi menyesal di akhirat. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ بِقُدْسِهِ، وَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتْنَةِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خَاصَّةً وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Klik ikon printer di bawah teks ini untuk mencetak atau download naskah khutbah nya.
BACA JUGA:  Naskah khutbah lainnya di kolom KHUTBAH.