BANYUMAS, nubanyumas.com – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas, KH Imam Hidayat, menegaskan peran vital Muslimat NU. Beliau menyatakan bahwa Muslimat NU merupakan pilar utama sekaligus pewaris sah amaliah Nahdlatul Ulama hingga ke tingkat ranting.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) Muslimat NU Kabupaten Banyumas. Acara ini berlangsung di Gedung Muslimat NU Banyumas pada Minggu (7/6/2026). Forum lima tahunan tersebut mengusung tema “Muslimat NU Berkarya, Umat Berdaya”.
Dalam sambutannya, KH Imam Hidayat menyampaikan pertanyaan kepada forum mengenai penggerak utama tradisi NU di tingkat bawah.
”Jika ada pertanyaan siapakah pendukung, pelaksana utama, sekaligus pewaris amaliah Nahdlatul Ulama sampai dengan tingkat ranting, jawabannya bukan PCNU. Jawabannya bukan lembaga-lembaga yang mayoritas anggotanya laki-laki, melainkan Muslimat NU,” kata KH Imam Hidayat.
Beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran panitia atas penyelenggaraan acara tersebut. Beliau juga mengingatkan agar Konfercab tidak sekadar menjadi rutinitas lima tahunan untuk memilih ketua baru. Menurutnya, substansi utama kegiatan ini adalah evaluasi dan penyusunan program strategis.
”Kita harus merenungkan bersama, sudahkah kehadiran kita melalui organisasi ini benar-benar menyentuh dan memberikan jawaban atas berbagai persoalan yang dihadapi oleh umat hari ini?” ujarnya.
Lebih lanjut, KH Imam Hidayat menjelaskan tantangan di era disrupsi informasi, di mana masyarakat sangat mudah mengakses informasi keagamaan melalui gawai. Menurutnya, fenomena tersebut membuat masyarakat sulit membedakan antara ulama yang kompeten dengan orang yang sekadar pandai berbicara.
”Di sinilah pentingnya sanad keilmuan. Jelasnya sanad keilmuan dimiliki oleh warga NU karena insyaallah dengan sanad ini ideologi kita selamat sampai dengan Rasulullah SAW,” tegasnya.
Selain masalah ideologi, KH Imam Hidayat memaparkan persoalan sosial yang terjadi di wilayah Banyumas. Beliau mencontohkan masalah penurunan moral (demoralisasi) serta tingginya angka perceraian.
Melalui momentum Konfercab ini, Muslimat NU Banyumas diharapkan dapat menyusun program kerja konkrit yang mampu menjawab persoalan ketahanan keluarga dan kebutuhan umat.
(H Ahyar)















