Perubahan adalah satu-satunya hal yang pasti dalam hidup. Kita melihat dunia berubah, teknologi berganti, dan status sosial kita mungkin meningkat. Namun, berpindah dari satu kondisi ke kondisi lain tanpa membawa kualitas diri yang lebih baik hanyalah sebuah kesia-siaan. Hari ini, mari kita bicara tentang renovasi diri—sebuah upaya sadar untuk tidak sekadar bergerak, tapi bergerak ke arah yang benar, yaitu rida Allah SWT.
Khutbah Jumat: Renovasi Diri dalam Lintasan Kehidupan
(Oleh: Ustadz Muhammad Shodiq Ma’mun, S.Sos.)
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بَيَّنَ سَبِيلَ رِضَاهُ بِحِكْمَتِهِ , وَوَعَدَ مَنْ أَطَاعَهُ بِثَوَابِهِ وَجَنَّتِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، إِلَهٌ تَأَخَّرَ غَضَبُهُ عَلَى عِبَادِهِ بِرَحْمَتِهِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ نَبِيٌّ شَفِيقٌ رَءُوفٌ رَحِيمٌ بِأُمَّتِهِ . اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَعِتْرَتِهِ . أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: اِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتٰى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوْا وَاٰثَارَهُمْۗ وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ فِيْٓ اِمَامٍ مُّبِيْنٍ
Ma’asyiral hadirin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan taat menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Ma’asyiral hadirin rahimakumullah,
Karakter dasar manusia memang selalu merindukan perubahan dan peningkatan dalam hidup. Sifat ini patut kita optimalkan, sebab orang yang mampu bertahan di dunia bukan yang paling kuat fisiknya atau paling cerdas akalnya, melainkan yang paling pandai beradaptasi dengan lingkungan dan berbagai tantangan. Namun ingatlah: tidak ada kesuksesan yang instan di dunia ini. Untuk mewujudkan perubahan yang baik, kita harus mulai dari diri sendiri dengan niat dan usaha yang sungguh-sungguh.
Allah SWT dalam Al-Qur’an berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.” (QS. Ar-Ra’d: 11)
Ayat ini menegaskan bahwa Allah SWT tidak akan mengubah keburukan, kesulitan, atau kemunduran yang menimpa suatu kaum jika mereka sendiri tidak mau berubah dan berbenah diri. Sebaliknya, jika suatu kaum berusaha mengubah keadaan dirinya ke arah kebaikan dan ketaatan, maka Allah akan membuka pintu perubahan dan pertolongan bagi mereka.
Ma’asyiral hadirin rahimakumullah,
Oleh karena itu, meskipun kita mengalami perubahan dan perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, atau dari satu status ke status yang lebih tinggi, jangan sampai hal itu membuat kita lalai kepada Zat Sang Pemberi perubahan, yaitu Allah SWT. Setiap langkah perubahan hendaknya disertai niat baik untuk menjadi manusia yang lebih baik, terutama dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah melalui ibadah yang berkualitas dan ikhlas.
Ibnu Athaillah As-Sakandari mengingatkan kita:
لا تَرْحَلْ مِنْ كَوْنٍ إلى كَوْنٍ فَتَكونَ كَحِمَارِ الرَّحَى ؛ يَسيرُ وَ الْمَكَانُ الَّذي ارْتَحَلَ إلَيْهِ هُوَ الَّذي ارْتَحَلَ مِنْهُ
“Janganlah engkau berpindah dari satu alam menuju alam yang lain sehingga engkau seperti himar atau keledai yang menarik penggilingan gandum; ia bergerak maju, tetapi tempat tujuannya tetap sama dengan tempat yang ditinggalkannya.”
Beliau melanjutkan:
وَلكِنِ ارْحَلْ مِنَ الأَكْوَانِ إِلَى المُكَوِّنِ، (وَاَنَّ اِلٰى رَبِّكَ الْمُنْتَهٰى)
“Sebaliknya, berpindahlah dari berbagai macam keadaan menuju puncak tertinggi, yaitu rida Allah SWT, karena sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah segala sesuatu berakhir.”
Ma’asyiral hadirin rahimakumullah,
Renovasi diri dalam lintasan kehidupan bukan sekadar pindah tempat, naik jabatan, atau berganti kondisi, tetapi bagaimana kita menjadikan setiap langkah itu sebagai sarana untuk mendekat kepada Allah. Marilah tinggalkan sikap yang hanya berpindah-pindah dari satu keadaan ke keadaan lain tanpa pernah sampai pada tujuan yang sebenarnya. Oleh karena itu, arahkanlah seluruh perjalanan hidup ini dari al-akwan menuju al-Mukawwin, dari segala perubahan dunia menuju rida Allah semata.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.
Khutbah II
الحَمْدُ لِلَّهِ اتِّبَاعًا لِمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ مَا اتِّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ… اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ, إِنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ وَأَيَّدَ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ عِبَادِهِ. فَقَالَ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ قَائِل: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَٰأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيسِيَّا خَاصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ. وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، وَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِيدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
Klik ikon printer di bawah teks ini untuk mencetak atau download naskah khutbah nya.
BACA JUGA: Naskah khutbah lainnya di kolom KHUTBAH.












