Beranda Warta

Bahas Peti Jenazah hingga Zakat Profesi, LBMNU Banyumas Siap Gelar Bahtsul Masail di Ponpes Al Falah Tinggarjaya

BANYUMAS, nubanyumas.com – Pengurus Cabang Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (PC LBMNU) Kabupaten Banyumas kembali menunjukkan perannya sebagai benteng intelektual keagamaan. PC LBMNU dijadwalkan menggelar forum Bahtsul Masail rutin tiga bulanan pada Sabtu, 25 April 2026 M / 7 Dzulqa’dah 1447 H, bertempat di Pondok Pesantren Al Falah, Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Banyumas.

Ketua PC LBMNU Kabupaten Banyumas, KH. Hadidul Fahmi, Lc. MH., menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar diskusi rutin, melainkan upaya menjaga amanah intelektual yang diwariskan oleh para kiai pendahulu. Di tengah arus informasi digital yang kencang, Gus Fahmi—sapaan akrabnya—memberikan pesan edukatif yang menohok namun penting bagi masyarakat modern.

“Babagan agama, takon kiai, aja Google,” tegas Gus Fahmi. Menurutnya, memahami hukum Islam memerlukan sanad (mata rantai keilmuan) yang jelas. Bergantung sepenuhnya pada mesin pencari tanpa bimbingan otoritas agama berisiko membuat umat tersesat dalam memahami problematika hukum yang kompleks.

Sekretaris PC LBMNU Banyumas, Dr. Agus Sunaryo, M.Si., menjelaskan bahwa forum kali ini sengaja mengangkat tiga persoalan aktual (waqi’iyyah) yang sering memicu keraguan di tengah warga masyarakat:

Pertama, Hukum Memakamkan Jenazah dengan Peti: Meninjau titik temu antara tradisi, kebutuhan darurat, dan aturan syariat. Kedua, Problematika Zakat Profesi (Sistem Potong Gaji Bulanan): Memberikan kepastian hukum mengenai keabsahan dan tata cara penyalurannya dalam konteks administrasi modern.

Ketiga, Zakat dalam Bentuk Parsel: Membedah fenomena bingkisan paket barang sebagai pengganti zakat dari perspektif literatur fikih klasik dan kontemporer.

“Kami mengundang para kiai, delegasi MWC NU, serta utusan pondok pesantren se-Banyumas untuk hadir memberikan kontribusi pemikiran. Harapannya, hasil dari forum di Ponpes Al Falah ini dapat menjadi panduan yang mencerahkan bagi warga Nahdliyin dan masyarakat umum,” tambah Dr. Agus Sunaryo, M. Si.

Persiapan forum ini juga mendapat dukungan penuh dari KH. Ahmad Syaikhul Ubaid (Gus Syaikhu). Selaku Wakil Ketua PCNU Banyumas, sekaligus tuan rumah persiapan Pra-Bahtsul Masail di PP Darul Ulum, Sirau, Kemranjen, beliau mengapresiasi semangat para pakar hukum Islam NU tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada para kiai, gawagis, dan ustadz. Di tengah kesibukan mengasuh santri, beliau-beliau masih berkenan meluangkan waktu untuk duduk bersama, bersilaturahmi, sekaligus ‘kangen-kangenan’ sambil merumuskan jawaban hukum demi kepentingan umat,” ujar Gus Syaikhu.

Bahtsul Masail di PP Al Falah nanti diharapkan menjadi lentera bagi masyarakat dalam menghadapi dinamika zaman, dengan tetap berpijak kokoh pada prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.