Purwokerto, nubanyumas.com – Antusiasme luar biasa mewarnai Seminar Perempuan yang menghadirkan penulis novel fenomenal Hati Suhita, Khilma Anis, Jumat (24/4/2026). Kegiatan yang akan digelar di Hall Putra Sang Fajar, kompleks Menara Teratai Purwokerto ini bakal dipadati peserta dari berbagai kalangan. Mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga komunitas perempuan dan pegiat literasi.
Panitia bahkan mencatat jumlah peserta yang mendaftar mencapai lebih dari 1.200 orang. Angka ini melampaui ekspektasi awal dan menjadi bukti tingginya minat masyarakat terhadap forum pemberdayaan perempuan yang inspiratif dan berbasis literasi.
Khilma Anis dikenal luas sebagai penulis novel Hati Suhita yang sukses besar di pasaran. Karya tersebut tercatat terjual hingga sekitar 90 ribu eksemplar dan kemudian diadaptasi menjadi film layar lebar. Popularitasnya sebagai penulis sekaligus figur perempuan inspiratif menjadikannya kerap diundang dalam berbagai forum seminar di berbagai daerah.
Ketua PC Fatayat NU Banyumas, Tati Irawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya organisasi dalam memperkuat kapasitas perempuan, khususnya di bidang literasi dan pengembangan diri. Ia menilai kehadiran sosok seperti Khilma Anis mampu memberikan inspirasi nyata bagi peserta.
“Alhamdulillah, antusiasme peserta sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa perempuan Banyumas memiliki semangat belajar dan berkembang yang tinggi. Kami berharap forum seperti ini bisa terus berlanjut dan memberikan dampak positif,” ujar Tati Irawati.
Tati yang juga anggota DPRD Banyumas menambahkan bahwa seminar ini merupakan bagian dari event utama Fatayat Fest 2026. Kegiatan diadakan dua hari dua malam dengan beberapa rangkaian. Termasuk lomba mewarnai, seminar kesehatan mental, seminar kecantikan, hingga pengajian dan konser musik. Dengan jumlah peserta yang besar, interaksi yang terjalin diharapkan dapat melahirkan kolaborasi-kolaborasi baru di berbagai bidang.
Dengan suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini, Seminar Perempuan bersama Khilma Anis menjadi salah satu agenda yang meninggalkan kesan mendalam bagi peserta. Tingginya partisipasi menjadi sinyal kuat bahwa ruang-ruang pemberdayaan perempuan masih sangat dibutuhkan dan memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat.












