MI Ma’arif NU 1 Dawuhanwetan, Tetap Eksis Hingga 52 Tahun

KEDUNGBANTENG, nubanyumas.com – Meski situasi sulit pandemi masih dirasakan sebagian dunia pendidikan dan masyarakat, namun semarak gebyar hari lahir ke 52 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif NU 1 Dawuhanwetan, Kedungbanteng, Banyumas dapat diperingati dengan lancar dan khidmat.

Rangkaian semarak gebyar harlah dimeriahkan dengan berbagai acara, diantaranya lomba murotal, lomba menyanyi, panggung apresiasi seni, dan doa istighasah bersama. Puncak harlah digelar melalui panggung apresiasi seni dan penganugerahan kejuaraan dengan disiplin protokol kesehatan, Sabtu (28/3/2021).

Kepala MI Ma’arif NU 1 Dawuhanwetan, Usmanto mengatakan, meski pembelajaran masih bersifat daring, namun hal ini tidak menjadi penghalang bagi apresiasi hari lahir madrasah. Harlah tetap digelar dengan khidmat dan memenuhi disiplin protokol kesehatan.

Usmanto menambahkan, apresiasi semarak harlah digelar lomba bagi siswa RA dan TK di Kecamatan Kedungbanteng secara daring. Sementara istighasah dilakukan untuk memanjatkan doa agar diberikan keselamatan, kesehatan dan dijauhkan dari segala bahaya.

“Peringatan harlah tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Madrasah akan terus melakukan penyesuaian dengan situasi dan kondisi untuk tetap eksis dan produktif di masa pandemi ini,” terang Usmanto.

Guru MI Ma’arif NU 1 Dawuhanwetan, Arif Munajat menyampaikan, jumlah peserta apresiasi harlah di tahun ini hampir bertahan. Selisihnya jumlah peserta tidak begitu jauh dengan tahun sebelumnya.

Meski sebagian agenda kegiatan dikurangi, lanjut Arif, hal ini tidak mengurangi tingkat keminatan peserta. Madrasah terus berupaya berinovasi memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.

“Madrasah berupaya memberikan layanan terbaik bagi warga madrasah dan masyarakat. Lomba sebagai alat untuk memperingati harlah, sementara memberi layanan pendidikan yang inovatif menjadi tujuan yang utama,” ujar Wakil Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Banyumas tersebut.

Kontributor: Musmuallim

Tulisan sebelumnyaAda Bom di Gereja Makassar! Kyai Said Lantang Angkat Bicara, Seperti Apa?
Tulisan berikutnyaPMII : Titik Tengah Pergerakan dan Peradaban Baru

TULIS KOMENTAR

Tuliskan komentar anda disini
Tuliskan nama anda disini