Beranda Warta

Kabinet Abreza Resmi Dilantik, DEMA Ma’had Aly Andalusia Usung Semangat Ngaji, Ngabdi, Ngopeni

BANYUMAS, nubanyumas.com – Dewan Eksekutif Mahasantri (DEMA) Ma’had Aly Andalusia memasuki babak baru kepemimpinan. Rafif Erol Zain resmi dilantik sebagai Presiden DEMA masa khidmah 2026–2027 bersama 41 anggota lainnya dalam prosesi pelantikan yang digelar di Gedung Lantai 3 Ma’had Aly Andalusia, Selasa (11/8/2026).

Kepengurusan baru yang mengusung nama Kabinet Abreza tersebut dilantik oleh Agus Hilmi Mubarok, Mudir III Ma’had Aly Andalusia. Pergantian kepemimpinan ditandai dengan penyerahan amanah secara simbolis dari Ketua DEMA periode sebelumnya, Khazmi Manatul Akhyar, kepada Rafif Erol Zain. Pelantikan tersebut berlangsung bersamaan dengan kegiatan Studium Generale Ma’had Aly Andalusia.

Dalam arahannya, Hilmy menekankan posisi DEMA bukan sekadar organisasi mahasiswa, tetapi juga bagian penting dari proses pembentukan karakter dan keteladanan mahasantri. Karena itu, pengurus DEMA dituntut mampu menjadi contoh sekaligus menghidupkan cita-cita Mudir Ma’had Aly Andalusia, KH. Zuhrul Anam Hisyam, terutama dalam penguatan kafaah lughawiyah atau kemampuan berbahasa Arab.

Kemampuan tersebut, menurutnya, perlu dibangun melalui empat pilar, yakni نُطْقٌ صَحِيْحٌ (pengucapan yang benar), كِتَابَةٌ صَحِيْحَةٌ (penulisan yang benar), فَهْمٌ صَحِيْحٌ (pemahaman yang benar), dan قِرَاءَةٌ صَحِيْحَةٌ (pembacaan yang benar). Empat kemampuan itu menjadi bagian penting dari karakter akademik mahasantri Ma’had Aly Andalusia yang memiliki konsentrasi pada Bahasa Arab.

Nama Abreza sendiri diambil dari penggalan bait Alfiyah Ibnu Malik, وَأَبْرِزَنَّهُ مُطْلَقًا حَيْثُ تَلَا, yang memiliki makna memperlihatkan atau menampakkan. Filosofi tersebut diterjemahkan pengurus baru sebagai tekad untuk menghadirkan hasil kepengurusan yang dapat dilihat dan dirasakan, bukan berhenti pada program kerja, tetapi diwujudkan melalui karya, kolaborasi, dan kontribusi nyata.

Presiden DEMA, Rafif Erol Zain, mengatakan pelantikan menjadi awal untuk meneruskan estafet kepemimpinan sekaligus menjalankan amanah baru. “Tentunya saya sangat bahagia setelah dilantik. Bagi saya, pelantikan ini bukan sekadar serah terima jabatan, tetapi juga menjadi awal untuk melanjutkan estafet kepengurusan dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

Semangat kepengurusan Kabinet Abreza kemudian diarahkan pada kolaborasi yang lebih luas, baik di lingkungan Ma’had Aly maupun dengan pihak eksternal. Seluruh gerak kepengurusan dirangkum dalam semangat “Ngaji, Ngabdi, Ngopeni”, dengan harapan DEMA menjadi ruang bagi mahasantri untuk belajar berorganisasi sekaligus menghasilkan karya yang bermanfaat.

Rangkaian pelantikan dilanjutkan dengan Studium Generale yang menghadirkan Dr. H. Muhammad Afifuddin Dimyathi, Lc., M.A. dengan tema “Dari Pesantren untuk Dunia: Revitalisasi Sastra Arab melalui Khazanah Turats Balaghah Al-Qur’an Menuju Ulama Mutafaqqih Fiddin.” Kegiatan tersebut menekankan pentingnya penguasaan bahasa dan sastra Arab melalui khazanah turats serta mendorong mahasantri untuk mengembangkan kemampuan akademiknya menjadi karya yang dapat memberi manfaat lebih luas.

Bagi Kabinet Abreza, pelantikan bukan sekadar pergantian struktur organisasi, melainkan titik awal untuk membuktikan filosofi yang diusungnya: menampakkan karya dan menghadirkan kontribusi. Dengan semangat Ngaji, Ngabdi, Ngopeni, kepengurusan DEMA periode 2026–2027 diharapkan mampu melanjutkan estafet kepemimpinan sekaligus membawa energi baru bagi kemajuan Ma’had Aly Andalusia.

Penulis: Egina Awalailatul khasanah
Editor: Djito El Fateh