BANYUMAS, nubanyumas.com – Innalilahi wainnailaihi rojiun. Kepergian H Dawud Buang, M.Pd., Kepala SMA Islam Andalusia periode 2015-2025, meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga besar Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia. Bagi Pengasuh Ponpes At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia, KH Zuhrul Anam Hisyam atau Gus Anam, almarhum bukan sekadar bagian dari lembaga, tetapi sosok yang telah membersamai perjalanan Andalusia selama satu dekade.
H Dawud Buang wafat pada Jumat (25/9/2026). Dalam upacara pemberangkatan jenazah di rumah duka, Sokaraja, Banyumas, Gus Anam mengenang almarhum sebagai sosok yang memiliki banyak jasa bagi Andalusia karena pengabdiannya sejak 2015 hingga 2025, bahkan kebersamaan tersebut terus melekat hingga akhir hayatnya.
“Pak Dawud ini orang yang banyak jasanya. Ikut mengasuh anak-anak kami (santri). Bersama kita sejak 2015 sampai 2025, bahkan sampai beliau wafat,” ujar Gus Anam saat menyampaikan sambutan pemberangkatan jenazah.
Namun, bagi Gus Anam, jasa seseorang tidak hanya dapat dibaca dari jabatan dan lamanya masa pengabdian. Ada sisi personal dari H Dawud yang justru membuatnya dikenang, yakni kelembutan hati dan kepekaannya ketika mendengar kisah tentang kasih sayang Allah dan kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW.
Menurut Gus Anam, H Dawud merupakan pribadi yang mudah terenyuh. Ketika mendengar cerita mengenai kasih sayang Allah atau kisah tentang Rasulullah SAW, almarhum disebut tidak jarang meneteskan air mata.
Bagi Gus Anam, respons emosional tersebut bukan sekadar tanda seseorang mudah menangis. Ia melihatnya sebagai cermin kecintaan almarhum kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Kelembutan hati itu menjadi salah satu sisi H Dawud yang paling melekat dalam ingatan Gus Anam.
Di tengah suasana duka, Gus Anam juga menyampaikan satu hal yang menurutnya patut disyukuri keluarga. H Dawud wafat pada hari Jumat, yang dalam penjelasan Gus Anam memiliki keutamaan sebagaimana disebut dalam keterangan hadis tentang orang yang meninggal pada hari atau malam Jumat.
“Pak Dawud ini beruntung, wafatnya hari Jumat. Ada keterangan dalam hadis, orang yang wafat hari Jumat atau malam Jumat mendapat stempel mukmin. Kalau mendapat stempel mukmin, insyaallah selamat dari fitnah kubur,” tutur Gus Anam.
Pesan tersebut disampaikan Gus Anam bukan untuk menghapus kesedihan keluarga, melainkan menjadi penguat di tengah kehilangan. Setelah sepuluh tahun menjadi bagian dari perjalanan Andalusia, nama H Dawud kini dikenang melalui jasa, pengabdian, sekaligus karakter pribadinya yang lembut.
Di akhir sambutannya, Gus Anam menyampaikan terima kasih kepada keluarga H Dawud Buang atas kebersamaan dan pengabdian yang telah diberikan untuk Andalusia. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama almarhum menjadi bagian dari keluarga besar Andalusia terdapat perkataan, sikap, maupun hal-hal yang kurang berkenan.
Yang juga berkesan, perjalanan Pak Dawud menghadap Allah SWT, dibekali doa oleh utusan Al Azhar, Kairo, Mesir, Syaikh Mahmud Abdul Hamid Ali Yasin. Tampak juga hadir H Sunarto Arief (Ketua Yayasan Al Anwar Al Hisyamiyyah), H Dayono (Kepala SMP Islam Andalusia 1), Wahyudin (Kepala SMA Islam Andalusia), Andri (Kepala SMP Islam Andalusia 2). Selebihnya, pengurus dan perwakilan santri, serta kerabat, saudara dan teman almarhum.
penulis: djito el fateh
editor: H Ahyar












