Beranda Warta

Kyai Muhammad Ikhsan: Jangan Mudah Menghakimi Orang, Hanya Allah yang Menentukan Akhir Kehidupan

BANYUMAS, nubanyumas.com – Suasana Rutinan Ahad Pon yang digelar jajaran Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama Kecamatan Kedungbanteng di Balai Desa Dawuhan Kulon, Ahad (5/7/2026), tak sekadar menjadi ajang silaturahmi dan pelantikan pengurus. Di hadapan ratusan jamaah, Pengasuh Pondok Pesantren API Salaf Dawuhan Kulon, Kyai Muhammad Ikhsan, menyampaikan pesan yang mengajak umat lebih berhati-hati dalam menilai orang lain.

Kegiatan tersebut dirangkai dengan pelantikan pengurus Pimpinan Ranting GP Ansor dan PAC Fatayat NU Kedungbanteng, serta dihadiri jajaran Syuriyah, Tanfidziyah NU, bersama kader GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, dan IPPNU. Momentum ini menjadi ruang konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan melalui pengajian.

Dalam tausiyahnya, Kyai Muhammad Ikhsan mengawali dengan mengingatkan besarnya keutamaan menghadiri majelis ilmu. Menurutnya, setiap langkah menuju pengajian merupakan salah satu amal yang dapat menjadi sebab diampuninya dosa seorang hamba.

“Salah satu pelebur dosa yang paling utama adalah melangkahkan kaki dan duduk di dalam majelis ilmu. Karena itu, jangan pernah merasa rugi menghadiri pengajian,” tuturnya.

Kyai Muhammad Ikhsan kemudian mengulas makna kalimat tauhid Lailahaillallah. Ia menjelaskan, para ulama memandang kalimat tersebut bukan sekadar zikir, melainkan benteng yang menjaga keimanan seseorang apabila diamalkan dengan istiqamah dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan paling mendalam disampaikan melalui kisah seorang ahli ibadah yang menghakimi pelaku maksiat dengan mengatakan bahwa Allah tidak akan mengampuninya. Namun justru Allah membatalkan seluruh pahala ahli ibadah tersebut dan mengampuni orang yang dicap sebagai pendosa karena kesombongan orang yang merasa paling suci.

“Jangan pernah mudah menghakimi seseorang sebagai ahli neraka atau merasa diri paling benar. Kita tidak pernah tahu bagaimana akhir kehidupan seseorang. Bisa jadi orang yang hari ini jauh dari kebaikan justru memperoleh hidayah dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah,” pesan Kyai Muhammad Ikhsan.

Ia mencontohkan perjalanan sebagian tokoh Quraisy pada masa Rasulullah SAW yang semula dikenal sebagai pelaku kemaksiatan, tetapi akhirnya mendapat petunjuk Allah dan menjadi pribadi yang mulia. Karena itu, menurutnya, tugas seorang muslim bukan menghukum atau mencela, melainkan mendoakan dan merangkul sesama agar semakin dekat dengan Allah SWT.

Rangkaian Rutinan Ahad Pon kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin KH Asnawi. Melalui kegiatan ini, para pengurus yang baru dilantik diharapkan mampu mengemban amanah sekaligus terus menghidupkan tradisi pengajian sebagai bagian dari ikhtiar merawat jam’iyah Nahdlatul Ulama dan memperkuat ukhuwah di tengah masyarakat.