KEBASEN, nubanyumas.com – Auditorium Ma’had Aly Andalusia menjadi ruang penuh inspirasi pada Jumat (24/04/2026). Penulis novel Hati Suhita, Ning Khilma Anis, hadir mengisi seminar bertajuk ”Perempuan Tangguh di Era Modern: Menjaga Budaya, Menguatkan Peran, dan Mewujudkan Mimpi dalam Pengabdian.”
Kegiatan ini diikuti oleh mahasantri Ma’had Aly Andalusia, mutakhorijin, mutakhorijat, serta siswa-siswi kelas 12 SMA dan MA Andalusia. Dalam acara yang dipandu moderator Khuriyatul Firdaus ini, Ning Khilma menekankan pentingnya meninggalkan jejak melalui karya.
“Ojo mati tanpa aran, ojo mati tanpa nama, ojo mati tanpa karya. Jangan mati tanpa nama dan tanpa meninggalkan karya,” tegasnya mengawali pemaparan.
Ning Khilma menjelaskan konsep kehidupan Jawa yang terdiri dari wadah, wayah, dan jatah. Ia berpesan agar para santri terus memperbesar “wadah” atau potensi diri. Semakin besar kapasitas diri seseorang, maka semakin besar pula rezeki dan manfaat yang dapat ditampung.
Terkait peran perempuan, lulusan UIN Sunan Kalijaga ini menegaskan bahwa perempuan adalah soko guru atau tiang utama rumah tangga. Meskipun sering dijuluki konco wingking, perempuan sejatinya adalah “sutradara” yang menentukan arah dan kekokohan sebuah keluarga.
Sebagai bekal pengabdian, Ning Khilma merangkum tiga tugas utama perempuan: tutur, uwur, dan sembur. Tutur berarti memiliki ilmu luas dan menjaga lisan. Uwur adalah kemandirian finansial dan intelektual. Sedangkan sembur adalah kekuatan doa yang tulus untuk membentuk generasi positif.
Konsep ini menurutnya sejalan dengan filosofi Gus Jigang (Bagus, Ngaji, Dagang) warisan Sunan Kudus. Perempuan dituntut tidak hanya berakhlak dan berilmu, tapi juga harus mandiri secara ekonomi.
Menutup pemaparan, Ning Khilma membagikan filosofi “Klungsu-klungsu waton udu.” Artinya, meskipun kontribusi yang diberikan kecil, yang terpenting adalah tetap memberi manfaat.
“Jangan ragu untuk terbang, karena sayap itu milikmu, dan langit bukan milik siapa pun,” pungkasnya memotivasi peserta.
(Isnaeni Inayaturrofiqoh/ H Ahyar)












