Khutbah Jumat: Kemenangan di Akhir Ramadhan
Oleh: Muhammad Shodiq Ma’mun, S.Sos
Khutbah I
الحَمْدُ لِلَّهِ الْكَرِيمِ الْوَهَّابِ، الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْمَلِكُ التَّوَّابُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْقَانِتُ الْأَوَّابُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِينَا بِهَا مِنْ أَنْوَاعِ الْعَذَابِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْأَنْجَابِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْحِسَابِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. فَقَدْ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: وَاصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ.
Hadirin, Jamaah Jumat Rahimakumullah ….
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Tidak terasa, sepuluh hari terakhir bulan Ramadhantelah tiba. Hari-hari akhir ini akan menjadi saksi tentang apa yang kita lakukan. Inilah saatnya kita berburu Lailatul Qadar demi meraih kemenangan berupa rida Allah SWT.
Namun, di putaran terakhir ini, tak sedikit yang gagal. Banyak yang merasa puas diri atau terlena dengan pencapaian awal. Padahal, putaran terakhir justru waktu paling rawan. Ibarat pelari maraton yang sudah di posisi terdepan, terkadang kurang waspada dan kehilangan kestabilan. Kelelahan bisa menjatuhkan, sementara keangkuhan bisa menggagalkannya.
Oleh karenanya, Imam Ibnu Jauzi memberikan hikmah yang indah. Beliau berkata:
إِنَّ الْخَيْلَ إِذَا شَارَفَتْ نِهَايَةَ الْمِضْمَارِ بَذَلَتْ قُصَارَى جُهْدِهَا لِتَفُوْزَ بِالسِّبَاقِ
“Sesungguhnya kuda pacu, ketika sudah mendekati ujung lintasan, mengerahkan seluruh tenaganya agar memenangkan perlombaan.”
Hadirin, Jamaah Jumat Rahimakumullah ….
Dalam mengarungi perjalanan Ramadhan, sering kali kita salah strategi. Di awal, tenaga kita kerahkan habis-habisan. Di pertengahan, kelelahan mulai terasa. Dan ironisnya, saat sudah mendekati garis finis, justru kehabisan daya.
Ibnu Jauzi melanjutkan petikannya sebagai sindiran keras dan kritik menohok bagi kita:
فَلَا تَكُنِ الْخَيْلُ أَفْطَنَ مِنْكَ
“Maka jangan sampai kuda pacu menjadi lebih cerdas darimu!”
Beliau juga menyambungkan petikannya yang senada dengan hadis Nabi Muhammad ﷺ:
فَإِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
“Sesungguhnya segala amal tergantung pada penutupnya.”
Hadirin, Jamaah Jumat Rahimakumullah ….
Inilah pelajaran berharga agar kita tak gagal di detik-detik akhir Ramadhan. Di putaran terakhir ini, kita semua, baik yang sudah di depan maupun yang tertinggal di belakang, punya peluang sama untuk mencapai garis finis dengan membawa keberkahan, ampunan, dan perubahan diri.
Ibnu Jauzi meneruskan petikannya, memberikan harapan besar bagi kita:
فَإِنَّكَ إِذَا لَمْ تُحْسِنِ الِاسْتِقْبَالَ لَعَلَّكَ تُحْسِنُ الْوَدَاعَ
“Jika engkau tak bisa menyambut (Ramadan) dengan baik, mudah-mudahan engkau bisa melepasnya dengan indah.”
Maka mari perkuat langkah, bersihkan niat, dan terus pacu diri dengan segala daya. Akhir Ramadan bukan sekadar penutup biasa, melainkan titik puncak perjuangan ruhani. Di momen ini pula, Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan, menanti kita.
Mudah-mudahan Allah SWT mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar, menerima amal ibadah kita, dan melipatgandakan pahalanya. Amin ya Rabbal Alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ بِقُدْسِهِ. وَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتْنَةِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خَاصَّةً وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Klik ikon printer di bawah teks ini untuk mencetak atau download naskah khutbah nya.
BACA JUGA: Naskah khutbah lainnya di kolom KHUTBAH.












