Siti Mukaromah: Generasi Muda NU Jangan Sampai Antipati Politik

104
siti mukaromah mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan
Anggota DPR RI Siti Mukaromah

BANYUMAS, nubanyumas.com -Generasi Muda Nahdlatul Ulama diharapkan tidak sampai antipati pada politik. Pasalnya politik mempunyai peran penting dalam mengatur segala sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Demikian disampaikan anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Siti Mukaromah saat kunjungannya ke Pondok Pesantren Darul Muhajirin, Pandansari, Ajibarang, beberapa waktu lalu.

Secara umum, generasi muda didorong untuk memahami betul soal peran politik kebangsaan ataupun keumatan yang bertujuan untuk mewujudkan kemaslahatan bangsa dan negara. Untuk itulah hubungan dan komitmen antara wakil rakyat dan rakyat harus terus dibangun.

“Menjadi orang yang mau bermasyarakat itu memang tidak gampang. Apalagi soal berpolitik, ironisnya banyak masyarakat yang apatis terhadap politik. Sikap apatis ini salah satunya karena masih adanya wakil rakyat yang abai kepada rakyat,” jelas aktivis yang memulai aktivitas kemasyarakatannya di IPPNU.

Terkait hal inilah, pendidikan politik untuk masyarakat harus diwujudkan oleh wakil rakyat dan berbagai pihak. Abainya masyarakat inilah yang membuat generasi muda khususnya semakin jauh memahami dunia politik.

“Dunia politik ini adalah hal niscaya untuk membangun tatanan negara yang lebih baik. Jadi kesejahteraan masyarakat itu tidak hanya bergantung pada orang yang secara pribadi kaya raya. Tetapi lebih luas dari itu, kesejahteraan masyarakat ditentukan tata kelola politik yang melibatkan banyak pihak,” kata wakil rakyat asal Dawuhan Kulon, Kedungbanteng ini.

Untuk itulah keterlibatan satu orangpun sangat menentukan arah tata kelola negara dan bangsa ke depan. Untuk itulah Erma mengajak kepada generasi muda untuk memahami dan memahamkan kepada masyarakat pentingnya politik bagi kemaslahatan, keadilan,
pemerataan pembangunan dan juga anggaran yang pro rakyat.

“Politik itu tidak bisa memberi sesuatu kepada seseorang secara instan saat itu. Tetapi politik punya tujuan mulia bagaimana negara ini dipegang oleh pihak-pihak yang bisa memberikan nilai kesejahteraan, pelayanan publik yang adil merata hingga tingkat bawah yang membutuhkan,” tandas pendiri Rumah Aspirasi Kebangkitan Bangsa  (Rumangsa) ini. (Adv) 

Berita sebelumyaMembaca NU Online, Mengingat Kembali Tiga Proker PCNU Banyumas
Berita berikutnyaKisah Kiai Mursyid, Kiai Sokaraja yang Jago Bermain Sepak Bola

1 KOMENTAR

  1. Pengaruh hukum “sebab akibat” berlaku dalam hal ini. Masyarakat sah saja terlihat “Apatis”, karena mungkin melihat bahwa dalam hal mereka berpolitik justru tidak membuat kebutuhan hidupnya tidak ada perubahan dan jaminan.
    Perlu adanya keseimbangan dan upaya menumbuhkan kepercayaan pada masyarakat. Kaidah “Al Insaan Ahlul Ihsan” selalu berlaku.
    Siapapun manusianya, jika dibuat senang maka akan membalas dengan menyenangkan.

TULIS KOMENTAR

Tuliskan komentar anda disini
Tuliskan nama anda disini