Manusia diciptakan dengan segala keterbatasan dan sifat lemah yang melekat padanya, namun di balik kelemahan tersebut tersimpan ruang luas untuk membangun kemuliaan budi. Melalui khutbah Jumat kali ini, kita diajak menyelami wasiat luhur Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah mengenai tiga pilar keindahan jiwa: kekuatan untuk bersabar dalam kesedihan tanpa mengeluh, keteguhan untuk menahan derita tanpa melukai sesama, serta ketulusan dalam mencinta tanpa tipu daya. Semoga untaian hikmah ini menjadi panduan bagi kita semua untuk mentransformasi kelemahan diri menjadi energi takwa yang mampu membawa kedamaian, baik bagi diri sendiri maupun bagi sesama mahluk Allah SWT.
Khutbah Jumat: Tiga Keindahan Jiwa Manusia yang Luhur
Oleh: Muhammad Shodiq Ma’mun, S.Sos
(Rais Syuriah NU Ranting Kalibenda Ajibarang)
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي اخْتَارَ الْبَقَاءَ لِنَفْسِهِ وَارْتَضَاهُ , وَحَكَمَ فِيهِمْ بِعَدْلِهِ وَأَمْضَاهُ . اَشْهَدُ اَنْ لَااِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً خَالِصَةً تُنْجِيْنَا مِنْ اَهْوَالِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ . وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِي خَصَّهُ بِالشَّفَاعَةِ . اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارَكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ الْبَرَرَةِ وَاَصْحَابِهِ الْكِرَامِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّا بَعْدُ, فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ: اِنَّ الْاِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعًاۙ اِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوْعًا
Ma’asyiral hadirin jamaah Jumat rahimakumullah…
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan senantiasa menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Hadirin yang dirahmati Allah…
Keindahan manusia bukanlah penampilan lahiriah, tetapi keindahan batin yang langka. Setiap manusia menginginkan dirinya tampak elok, indah, dan penuh kebaikan. Oleh karena itu, Allah SWT menciptakan kita dengan berbagai karakter dan sifat bawaan—seperti kelemahan dan emosi—untuk menguji serta menyempurnakan diri.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْاِنْسَانُ ضَعِيْفًا
Artinya: “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia diciptakan (dalam keadaan) lemah.” (QS. An-Nisa: 28)
Ayat tersebut menegaskan bahwa Allah ingin meringankan beban kita, karena manusia memang diciptakan lemah. Karakter alamiah ini harus diarahkan melalui syariat dan pengendalian diri agar menjadi keindahan yang diridai-Nya.
Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu wajhah mengatakan:
جَمَالُ الْإِنْسَانِ فِي ثَلَاثٍ: يَبْكِي وَلَا يَشْتَكِي، يَتَأَلَّمُ وَلَا يَجْرَحُ، وَيُحِبُّ وَلَا يَخْدَعُ
Artinya: “Keindahan manusia terletak pada tiga hal: menangis tanpa mengeluh, menderita tanpa melukai orang lain, dan mencinta tanpa menipu.”
Mari kita renungkan bersama tentang ketiga keindahan tersebut!
Pertama, menangis tanpa mengeluh.
Menangis adalah ekspresi alami kesedihan atau kehilangan, tetapi tidak mengeluh berarti menerima realitas dengan sabar—tanpa menyalahkan, meratap berlebihan, atau mencari simpati secara destruktif. Ini adalah kemampuan mengelola emosi dengan bijak tanpa membebani orang lain. Orang seperti ini memiliki kekuatan batin yang tenang: berduka namun tetap produktif dan optimis, sebagaimana sabar Nabi Ayyub AS.
Kedua, menderita tanpa melukai.
Saat sakit hati, fisik, atau jiwa, manusia mulia tidak melampiaskannya dengan membentak, memanipulasi, atau membalas dendam. Sebaliknya, ia menahan diri, memilih kebaikan, dan berempati. Ini menunjukkan kontrol diri yang tinggi, mengingatkan kita bahwa penderitaan orang lain bukan obat untuk luka sendiri, seperti akhlak Rasulullah SAW yang penuh kasih meski dianiaya.
Ketiga, mencinta tanpa menipu.
Cinta sejati harus tulus dan transparan: memberi kasih sayang ikhlas tanpa berbohong, memanfaatkan, atau berpura-pura. Hubungan autentik ini dibangun atas kejujuran, menghindari pengkhianatan yang merusak kepercayaan, sehingga menjadi sumber kedamaian bagi semua, sebagaimana ajaran Rasulullah SAW yang menganjurkan kebaikan kepada siapa pun, dengan cinta tulus tanpa tipu daya.
Semoga Allah SWT memberikan taufik kepada kita semua, sehingga sifat lemah yang merupakan bawaan manusia ini menjadi kekuatan takwa menuju rida-Nya. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
الحَمْدُ لِلَّهِ اتِّبَاعًا لِمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ مَا اتِّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ… اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ, إِنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ وَأَيَّدَ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ عِبَادِهِ. فَقَالَ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ قَائِل: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَٰأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيسِيَّا خَاصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ. وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، وَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِيدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
Klik ikon printer di bawah teks ini untuk mencetak atau download naskah khutbah nya.
BACA JUGA: Naskah khutbah lainnya di kolom KHUTBAH.












