Jakarta, nubanyumas.com – Gibran Rakabuming menyatakan kesiapannya menghadiri Haul ke-55 Abdul Wahab Chasbullah yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 10 Mei 2026 mendatang. Kepastian tersebut disampaikan saat menerima audiensi Majelis Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara pemerintah dan kalangan pesantren. Rombongan pengasuh pesantren dipimpin langsung oleh M. Hasib Wahab Chasbullah atau Gus Hasib, didampingi Nyai Hj. Chisbiyah Wahab dan Nyai Hj. Mundjidah Wahab. Sebagaimana dilansir dari website resmi setwapres. (Wakil Presiden Republik Indonesia)
Dalam kesempatan itu, Gus Hasib menyampaikan undangan resmi kepada Wapres Gibran untuk hadir dalam haul salah satu tokoh besar pendiri Nahdlatul Ulama tersebut. “Alhamdulillah dan insyaallah Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia, Mas Gibran akan siap hadir di Tambakberas pada tanggal 10 Mei 2026,” ujarnya usai pertemuan.
Menurut Gus Hasib, silaturahmi dengan Wapres bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga bagian dari upaya membangun komunikasi yang erat antara ulama dan pemerintah dalam menjaga harmoni kebangsaan.
“Kami berharap beliau menjadi wasilah, penghubung antara ulama-ulama dan kiai-kiai pesantren dengan pemerintah,” katanya.
Pihak Pondok Pesantren Bahrul Ulum menilai hubungan yang harmonis antara ulama dan umara menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas sosial dan moral bangsa. Karena itu, pesantren berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat melalui berbagai program kebangsaan dan pendidikan.
Selain membahas agenda haul, pertemuan juga diwarnai doa bersama untuk kelancaran tugas Wapres Gibran dalam mendampingi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Gus Hasib menyebut pihak pesantren mendoakan agar Wapres diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah negara.
Haul KH Wahab Chasbullah sendiri dikenal sebagai salah satu agenda besar kalangan Nahdliyin yang setiap tahun dihadiri ribuan santri, ulama, dan masyarakat dari berbagai daerah. Sosok KH Wahab Chasbullah dikenang sebagai tokoh penting dalam perjuangan bangsa sekaligus pendiri Nahdlatul Ulama.
Kehadiran Wapres Gibran dalam agenda tersebut dinilai menjadi simbol kuat kedekatan pemerintah dengan kalangan pesantren. Selain memperkuat silaturahmi, momentum ini juga diharapkan mampu mempertegas peran pesantren sebagai mitra strategis dalam pembangunan nasional dan penguatan nilai kebangsaan.












