PURWOKERTO, nubanyumas.com – Kemudahan mengakses informasi dan berbagai tawaran investasi melalui media digital membuat masyarakat semakin mudah mengenal produk keuangan. Namun, kondisi tersebut juga membuka celah penipuan. Karena itu, mahasiswa KKN Kelompok 087 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto mengedukasi warga Desa Panerusan Wetan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, agar lebih waspada terhadap investasi bodong.
Edukasi literasi keuangan tersebut digelar di Balai Desa Panerusan Wetan, Kamis (30/7/2026). Mahasiswa mengajak warga mengenali karakteristik investasi ilegal, memahami modus yang biasa digunakan pelaku, serta membiasakan diri melakukan verifikasi sebelum menyerahkan uang atau mengikuti sebuah tawaran investasi.
Ketua KKN Kelompok 087, Andhika Fatih Ardiansyah, mengatakan literasi investasi penting diperkuat karena penawaran produk keuangan kini dapat datang melalui berbagai saluran, mulai dari media sosial, grup percakapan hingga platform digital. Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk membedakan informasi keuangan yang benar dengan penawaran yang berpotensi merugikan.
“Kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa investasi harus dilakukan dengan pengetahuan dan pertimbangan yang matang. Jangan hanya melihat keuntungan yang ditawarkan, tetapi juga harus memahami risiko, mekanisme, dan legalitas dari investasi tersebut,” ujar Andhika.
Dalam kegiatan tersebut, warga diperkenalkan sejumlah tanda yang patut dicurigai dari investasi bodong, terutama tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat dengan risiko yang disebut sangat kecil. Modus seperti proses pendaftaran yang terlalu mudah, tekanan untuk segera menyetor dana, serta informasi perusahaan yang tidak jelas juga menjadi hal yang perlu diwaspadai.
Mahasiswa juga mengingatkan bahwa pelaku penipuan dapat membangun kepercayaan calon korban terlebih dahulu sebelum meminta setoran dana. Karena itu, warga didorong tidak mudah percaya meskipun tawaran datang dari orang yang dikenal. Setiap informasi tetap perlu diperiksa, termasuk identitas pengelola, mekanisme investasi, potensi keuntungan dan kerugian, serta legalitas produk yang ditawarkan.
Andhika menegaskan, edukasi tersebut bukan untuk membuat masyarakat takut berinvestasi. Sebaliknya, mahasiswa ingin mendorong warga agar lebih rasional dalam mengambil keputusan keuangan. “Investasi sebenarnya dapat menjadi salah satu cara untuk mengelola keuangan, tetapi masyarakat harus memahami bahwa setiap investasi memiliki risiko. Jangan takut belajar mengenai investasi, tetapi juga jangan mudah tergiur dengan keuntungan yang tidak masuk akal,” katanya.
Menurut mahasiswa KKN Kelompok 087, kebiasaan “cek sebelum investasi” perlu menjadi bagian dari perilaku masyarakat di tengah cepatnya peredaran informasi digital. Verifikasi sebelum mengambil keputusan menjadi penting agar warga tidak sekadar mengikuti promosi yang terlihat menarik, tetapi benar-benar memahami produk keuangan yang akan dipilih.
Edukasi tersebut menjadi bagian dari program pengabdian KKN Kelompok 087 UIN Saizu di Desa Panerusan Wetan. Melalui kegiatan itu, mahasiswa tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih kritis terhadap informasi keuangan sehingga mampu mengambil keputusan investasi secara lebih aman, rasional, dan bertanggung jawab.












