Khutbah Jum’at: Pesan Kemerdekaan di Bulan Safar
Oleh: Gus Muhammad Sakdulah ( Ketua LD PCNU Banyumas)
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَجَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِّمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُوْرًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. Sebab, takwa adalah bekal terbaik dalam menjalani kehidupan dan menuju kebahagiaan akhirat.
Hari-hari terus berganti, bulan pun silih berganti. Kini kita berada di bulan Safar. Di tengah masyarakat masih ada anggapan bahwa Safar merupakan bulan yang membawa kesialan atau musibah. Padahal, keyakinan demikian tidak dibenarkan dalam Islam.
Rasulullah Saw bersabda:
لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ
Artinya: “Tidak ada penyakit menular dengan sendirinya, tidak ada kesialan karena pertanda tertentu, tidak ada hamah, dan tidak ada Safar.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa Safar bukanlah bulan kesialan. Semua waktu adalah ciptaan Allah dan berada dalam ketetapan-Nya.
Allah Swt berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
Artinya: “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan dalam ketetapan Allah ketika Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan haram.” (QS. At-Taubah: 36)
Memang, Safar bukan termasuk bulan haram dan tidak ada dalil sahih yang secara khusus menetapkan ibadah tertentu karena masuknya bulan Safar. Namun, pergantian bulan tetap dapat menjadi momentum untuk bermuhasabah. Jangan sampai bulan berganti, tetapi diri kita tidak berubah. Jangan sampai usia bertambah, tetapi iman dan amal justru tidak bertambah.
Allah Swt berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra‘d: 11)
Ayat ini mengajarkan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari perubahan diri. Jika kita ingin keluarga lebih baik, mulailah dari diri sendiri. Jika ingin masyarakat lebih santun, mulailah dari ucapan dan perilaku kita. Jika ingin bangsa ini maju, jadilah warga negara yang jujur, amanah, disiplin, bertanggung jawab, dan peduli kepada sesama.
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Bulan Safar kali ini juga beriringan dengan bulan Agustus, bulan yang mengingatkan kita kepada kemerdekaan Republik Indonesia. Pada 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
Kemerdekaan itu tidak datang dengan mudah. Ia diperoleh melalui perjuangan, pengorbanan harta, tenaga, air mata, bahkan nyawa para pahlawan dan para pendahulu bangsa. Karena itu, kemerdekaan bukan sekadar untuk dikenang, tetapi harus disyukuri, dijaga, dan diisi dengan kebaikan.
Syukur atas kemerdekaan tidak cukup hanya dengan mengibarkan bendera, mengikuti upacara, atau memeriahkan peringatan kemerdekaan. Syukur yang paling bermakna adalah mengisi kemerdekaan dengan amal nyata yang bermanfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa.
Jika dahulu para pahlawan mengangkat senjata melawan penjajahan, maka hari ini kita mengangkat ilmu untuk melawan kebodohan.
Kita lawan kemiskinan dengan kerja keras dan kepedulian.
Kita lawan korupsi dengan kejujuran dan amanah.
Kita hadapi berita bohong dengan tabayun.
Kita lawan kebencian dengan kasih sayang.
Kita cegah perpecahan dengan persatuan, dan kita hadapi kemaksiatan dengan iman dan ketakwaan.
Allah Swt berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا
Artinya: “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali agama Allah dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali ‘Imran: 103)
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan beragam. Perbedaan suku, bahasa, budaya, tradisi, dan pilihan tidak boleh menjadi alasan untuk saling membenci dan memutus persaudaraan. Maka, jangan sampai perbedaan pilihan politik merusak persaudaraan. Jangan sampai perbedaan organisasi memutus silaturahmi. Dan jangan sampai perbedaan pendapat mengorbankan persatuan dan keutuhan bangsa.
Dari bulan Safar dan momentum kemerdekaan, kita dapat mengambil satu pesan besar:
“Safar mengajarkan kita untuk meluruskan keyakinan, bermuhasabah, dan memperbaiki diri. Kemerdekaan mengajarkan kita untuk menghargai perjuangan, mensyukuri pengorbanan, serta melanjutkan cita-cita para pendahulu bangsa.”
Keduanya bertemu dalam satu semangat: “Mari berubah menjadi lebih baik dan memberikan manfaat yang lebih besar.”
Jangan sampai kita hidup di negeri yang merdeka, tetapi hati kita masih terbelenggu oleh keserakahan. Jangan sampai bangsa kita bebas dari penjajahan asing, tetapi generasi kita justru diperbudak narkoba, perjudian, pornografi, hedonisme, dan berbagai penyakit sosial. Sebab, kemerdekaan yang sejati bukan hanya bebas dari penjajahan manusia, tetapi merdeka dari perbudakan hawa nafsu dan dunia, sehingga hati hanya tunduk kepada Allah Swt.
Semoga Allah Swt menjadikan kita hamba-hamba yang senantiasa bersyukur, mampu memperbaiki diri, menjaga persatuan, menghargai perjuangan para pahlawan, serta mengisi kemerdekaan dengan amal kebajikan yang diridai-Nya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ .أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيدَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللََّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اِتَّقُوا اللَّهَ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ، وَثَلَّثَ بِكُمْ أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اَللََّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.
اَللََّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَلِوَالِدَيْنَا، وَلِمَشَايِخِنَا، وَلِأَسَاتِذَتِنَا، وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللََّهُمَّ احْفَظْ بَلَدَنَا إِنْدُونِيسِيَا، وَاحْفَظْ أَهْلَهَا وَشَعْبَهَا، وَاجْعَلْهَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، سَخَاءً رَخَاءً، وَاجْعَلْهَا دَارَ الْإِيمَانِ وَالْأَمَانِ. اَللََّهُمَّ وَفِّقْ قَادَةَ بِلَادِنَا لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَاجْعَلْهُمْ سَبَبًا لِخَيْرِ الْعِبَادِ وَالْبِلَادِ. اَللََّهُمَّ اجْعَلْ إِنْدُونِيسِيَا بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا، وَاحْفَظْهَا مِنَ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ وَالْبَلَايَا وَالْكَوَارِثِ. اَللََّهُمَّ احْفَظْ وَحْدَةَ إِنْدُونِيسِيَا، وَاحْفَظْ وَحْدَةَ شَعْبِهَا، وَاجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ التَّسَامُحِ وَالْمَحَبَّةِ وَالتَّعَاوُنِ. اَللََّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. اَللََّهُمَّ أَصْلِحْ دِينَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.












