PURWOKERTO, nubanyumas.com – Himpunan Mahasiswa (Hima) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto mengajak mahasiswa dan santri kembali membaca, menulis, dan berdiskusi melalui talkshow dan bedah buku Tasawuf Keresahan di Aula UNU Purwokerto, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Gus M. Sa’dullah, penulis Tasawuf Keresahan sekaligus Pengasuh Pesantren Ath-Thohiriyah 2 Purwokerto, serta Yanwi Mudrikah, M.Pd., dosen dan penulis buku. Hima PGMI juga mengundang perwakilan pesantren di sekitar Purwokerto.
Buku Tasawuf Keresahan menjadi bahan pengantar diskusi mengenai pentingnya membaca, menulis, dan berdiskusi serta relevansinya dengan kehidupan mahasiswa dan santri.
Dalam pembahasannya, Gus M. Sa’dullah mengaitkan keterampilan berbicara dan menulis dengan bekal yang dibutuhkan seseorang. Ia menekankan pentingnya kemampuan tersebut agar mahasiswa dan santri memiliki keberanian untuk menyampaikan gagasan.
“Siapa yang terampil pegang mic dan pulpen, maka hidupnya tidak akan kelaparan,” ujar Gus M. Sa’dullah.
Gus M. Sa’dullah kemudian mendorong peserta untuk tidak menjadikan kemampuan sebagai syarat untuk mulai menulis.
“Nulis buku ora kudu pinter, tapi orang yang nulis buku sudah pasti bukan orang bodoh,” katanya.
Pandangan tentang pentingnya menulis juga disampaikan Yanwi Mudrikah. Ia mengatakan menulis dapat dilakukan selama seseorang memiliki kemauan dan konsistensi. Perkembangan teknologi, menurutnya, juga semakin membantu proses menulis.
“Menulis itu sebenarnya mudah, asalkan ada kemauan dan istiqamah. Apalagi sekarang kita sudah sangat terbantu oleh teknologi,” kata Yanwi.
Selain mendorong peserta untuk menulis, Yanwi menyoroti kondisi budaya literasi di kalangan mahasiswa. Ia mengatakan tradisi membaca, menulis, dan berdiskusi saat ini semakin lesu dan kondisi tersebut terjadi di banyak kampus.
“Yang perlu menjadi perhatian, budaya membaca, menulis, dan diskusi di kalangan mahasiswa saat ini semakin lesu. Kondisi ini hampir terjadi di banyak kampus,” ujarnya.
(H Ahyar)












