Beranda Sosok

Dirut RSI Sultan Agung Raih Gelar Doktor di UIN Saizu, Temukan Peran Salat Duha bagi Kesehatan Mental Difabel

PURWOKERTO, nubanyumas.com – Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, Dr. dr. Agus Ujianto, resmi meraih gelar doktor pada Program Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka yang digelar Kamis (2/7/2026).

Dalam sidang promosi doktor tersebut, Agus mengangkat disertasi berjudul “Pelaksanaan Salat Duha dalam Penguatan Self-Compassion pada Penyandang Tunadaksa (Studi Kasus di Komunitas The Plegia Banjarnegara)”. Penelitian ini mengkaji bagaimana praktik salat Duha dapat membantu memperkuat kesehatan psikologis penyandang disabilitas fisik melalui peningkatan kemampuan menerima dan menghargai diri sendiri.

Agus menjelaskan, penyandang tunadaksa kerap menghadapi tantangan psikologis akibat keterbatasan fisik, stigma sosial, maupun diskriminasi yang mereka alami dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut tidak jarang memengaruhi kepercayaan diri, penerimaan diri, hingga kemampuan mengelola tekanan emosional.

“Penguatan self-compassion menjadi salah satu fondasi penting agar penyandang tunadaksa dapat menjalani kehidupan dengan lebih optimis, produktif, dan bermakna,” ujar Agus saat memaparkan hasil penelitiannya di hadapan tim penguji.

Penelitian dilakukan di Komunitas The Plegia Banjarnegara dengan pendekatan studi kasus kualitatif. Melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, Agus menemukan bahwa sebelum membiasakan salat Duha, sebagian besar partisipan menunjukkan tingkat self-compassion yang relatif rendah. Mereka cenderung menyalahkan diri sendiri, merasa terisolasi, dan lebih mudah terjebak dalam pengalaman negatif.

Namun setelah menjalankan salat Duha secara rutin, para partisipan mengalami perubahan psikologis yang cukup signifikan. Mereka menjadi lebih mampu menerima kondisi diri, mengelola emosi dengan lebih sehat, memiliki rasa syukur yang lebih kuat, serta memandang kehidupan dengan sikap yang lebih optimistis.

Menurut Agus, salat Duha tidak hanya memberikan ketenangan spiritual, tetapi juga berperan dalam membangun kesadaran diri, menguatkan regulasi emosi, dan membantu seseorang memaknai kehidupannya secara lebih positif. Proses tersebut berlangsung melalui tahapan pengenalan nilai, pemahaman, penghayatan, hingga integrasi nilai-nilai ibadah ke dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu temuan utama dalam disertasi ini adalah lahirnya konsep Spiritual Agency Integration (SAI), yakni model pengembangan diri berbasis spiritual yang mengintegrasikan kesadaran beragama, refleksi diri, pengelolaan emosi, dan pencarian makna hidup. Model ini dinilai mampu memperkuat ketahanan psikologis penyandang disabilitas dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Temuan tersebut menjadi kontribusi baru dalam kajian integratif antara studi Islam, psikologi positif, dan studi disabilitas. Selain memperkaya khazanah akademik, hasil penelitian ini juga membuka peluang pengembangan model pendampingan psikospiritual berbasis ibadah yang dapat diterapkan di komunitas penyandang disabilitas maupun lembaga layanan kesehatan.

editor ; H Ahyar