Beranda Keislaman

Khutbah Jumat: Keutamaan 10 Muharram yang Jatuh di Hari Jumat

Khutbah Jumat: Keutamaan 10 Muharram yang Jatuh di Hari Jumat
Khutbah Jumat: Keutamaan 10 Muharram yang Jatuh di Hari Jumat

Khutbah Jumat: Keutamaan 10 Muharram yang Jatuh di Hari Jumat

Oleh: Gus M. Sa’dullah
(Ketua PC LDNU Kab. banyumas dan Pengasuh PP Ath-Thohiriyyah 2, Karangklesem)

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ شَهْرَ اللَّهِ اَلْمُحَرَّمَ مِنَ الشُّهُورِ الْحُرُمِ، وَجَعَلَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ يَوْمًا عَظِيمًا مُبَارَكًا، وَجَعَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ سَيِّدَ الأَيَّامِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيِْم يآ أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Swt., Tuhan semesta alam, yang dengan limpahan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya, kita masih diberikan nikmat yang paling agung: nikmat iman dan Islam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Agung Muhammad saw., beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

Melalui mimbar yang mulia ini, khatib selaku sesama hamba Allah berwasiat kepada diri sendiri dan kepada jamaah sekalian, marilah kita terus berupaya meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah Swt. dengan sebenar-benar takwa, yaitu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Hari ini kita berada dalam sebuah momentum yang sangat istimewa dan langka. Hari ini kita mendapati perpaduan dari dua waktu yang sarat akan kemuliaan: Hari Jumat, yang merupakan penghulu segala hari (sayyidul ayyam), bertepatan langsung dengan tanggal 10 Muharram, yang dikenal sebagai hari ‘Asyura.

Pertemuan dua waktu mulia ini bukanlah sebuah penambahan syariat baru, melainkan sebuah tanda dari kelembutan kasih sayang Allah Swt. Para ulama menjelaskan bahwa ketika Allah mempertemukan waktu-waktu yang mulia, itu adalah isyarat bahwa Allah Swt. sedang membentangkan pintu-pintu rahmat, ampunan, dan keberkahan-Nya jauh lebih lebar daripada hari-hari biasanya.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Mari kita tadaburi bersama, apa saja dimensi keutamaan yang dibawa oleh masing-masing hari agung ini ketika mereka bersatu:

1. Lebarnya Pintu Ampunan (Dosa Setahun yang Lalu)

Hari 10 Muharram adalah hari yang dipilih Allah sebagai momentum penggugur dosa bagi hamba-hamba-Nya melalui ibadah puasa. Rasulullah saw. bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَfِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa hari ‘Asyura, aku berharap kepada Allah dapat menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Betapa murahnya Allah Swt. kepada kita. Hanya dengan menahan lapar dan dahaga selama satu hari di tanggal 10 Muharram, catatan dosa-dosa kecil kita selama setahun penuh ke belakang berpotensi untuk diputihkan kembali.

2. Berlipat Ganda karena Berada di Bulan Haram

10 Muharram berada di dalam bulan Muharram, salah satu dari empat bulan suci (asyhurul hurum) yang ditegaskan langsung dalam Al-Qur’an (Surah At-Taubah: 36). Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali menegaskan bahwa pada hari-hari mulia seperti ini, setiap amal saleh—baik itu sedekah, zikir, membaca Al-Qur’an, maupun menjalin silaturahmi—akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Swt.

3. Bertemu dengan Hari Mustajabnya Doa

Ketika 10 Muharram jatuh pada hari Jumat, keutamaan hari ‘Asyura berpadu dengan keagungan hari raya mingguan umat Islam. Rasulullah saw. bersabda:

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ

Artinya: “Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat.” (HR. Muslim).

Di hari Jumat ini, ada satu waktu singkat yang sangat rahasia, di mana jika seorang muslim berdiri berdo’a meminta kebaikan kepada Allah, niscaya doanya tidak akan ditolak. Bayangkan, kita meminta ampunan di hari ‘Asyura, sekaligus mengetuk pintu langit di waktu mustajab hari Jumat. Ini adalah double keberkahan yang tidak boleh disia-siakan.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Pertemuan 10 Muharram dan hari Jumat ini pada akhirnya membawa sebuah pesan psikologis yang mendalam bagi jiwa kita: Bahwa kasih sayang dan ampunan Allah Swt. selalu jauh lebih luas daripada dosa-dosa kita.

Seakan-akan Allah Swt. sedang memanggil hati kita yang mungkin selama ini kering, lelah dengan urusan dunia, atau penuh dengan lumuran maksiat, dengan panggilan lembut: “Wahai hamba-Ku, Aku kumpulkan dua waktu mulia ini untukmu, maka mendekatlah dan jangan biarkan kesempatan ini berlalu sia-sia.”

Maka dari itu, marilah kita isi sisa hari yang mulia ini dengan memperbanyak istighfar, memperbanyak shalawat, bersedekah kepada yang membutuhkan, dan menjaga kesucian hati. Kita tidak pernah tahu, apakah di tahun depan fisik kita masih sehat, atau apakah umur kita masih disampaikan untuk menjumpai keagungan hari Jumat dan 10 Muharram di masa yang akan datang.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا فِي يَوْمِ عَاشُورَاءَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ. أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، إِلٰهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْآخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يآ أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلّمُوا تَسْلِيماً: اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيِ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ bَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكەرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Klik ikon printer di bawah teks ini untuk mencetak atau download naskah khutbah nya.
BACA JUGA:  Naskah khutbah lainnya di kolom KHUTBAH.