BANYUMAS, nubanyumas.com – Kejuaraan Daerah (Kejurda) X Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Jawa Tengah resmi dibuka pada Jumat (26/6/2026). Rangkaian upacara pembukaan kejuaraan ini dipusatkan di GOR SMK Mulia Bakti Banyumas.
Ajang tingkat provinsi yang digelar rutin setiap dua tahun ini bertujuan untuk menjaring atlet pencak silat berprestasi. Selain itu, kejuaraan ini menjadi wadah konsolidasi guna memperkuat tali silaturahmi kader Pagar Nusa se-Jawa Tengah.
Pembukaan dihadiri langsung oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) PSNU Pagar Nusa Jawa Tengah, H. Arif Rahman, beserta jajaran pengurus. Hadir pula mendampingi, Rais Syuriyah PCNU Banyumas KH Mughni Labib dan Ketua PCNU Banyumas H. Imam Hidayat.
Dukungan lintas sektoral terlihat kuat dalam acara tersebut. Tampak hadir perwakilan Pengprov IPSI Jawa Tengah, Dispora Jawa Tengah, perwakilan Kodam Diponegoro, serta Polda Jawa Tengah. Di tingkat daerah, jajaran Forkopimda yang turut hadir meliputi Dandim 07/01 Banyumas, Kapolresta Banyumas, dan perwakilan Dinporabudpar Banyumas.
Badan otonom (Banom) NU Kabupaten Banyumas juga turut meramaikan tribun penonton. Kehadiran perwakilan PC IPNU, PC IPPNU, PC GP Ansor, dan PC Fatayat menambah semarak suasana GOR yang telah dipenuhi oleh kontingen atlet dari berbagai kabupaten/kota.
Prosesi pembukaan diawali dengan parade atlet. Masing-masing kontingen memasuki arena dengan membawa panji kebesaran cabang, menunjukkan kesiapan mental dan fisik mereka untuk bertanding.
Setelah parade, acara dilanjutkan dengan penampilan koreografi dari Pagar Nusa Banyumas yang menyuguhkan ketangkasan jurus khas Pagar Nusa seirama dengan kekompakan gerak para pesilat. Nilai budaya lokal juga diangkat melalui persembahan Tarian Tali Jiwa oleh seniman Banyumas. Sesi kesenian ini kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Dewan Pendekar Pagar Nusa Jawa Tengah demi kelancaran seluruh jalannya kejuaraan.
Memasuki agenda inti, Ketua PW PSNU Pagar Nusa Jawa Tengah, H. Arif Rahman, memberikan arahan langsung kepada para atlet yang akan berlaga. Ia meminta seluruh peserta untuk tidak sekadar mengejar kemenangan di atas matras, tetapi juga mengedepankan identitas mereka sebagai santri.
“Saya berpesan kepada seluruh pesilat, jaga selalu sportivitas saat bertanding. Tunjukkan akhlakul karimah, dan buktikan loyalitas kita terhadap ulama serta bangsa, baik di dalam maupun di luar gelanggang,” tegas H. Arif Rahman dalam sambutannya.
Puncak peresmian Kejurda X kemudian ditandai dengan prosesi pemukulan gong secara simbolis oleh H. Arif Rahman di panggung utama, didampingi oleh jajaran pimpinan NU dan tamu undangan.
Dengan ditabuhnya gong tersebut, rangkaian Kejurda X Pagar Nusa Jawa Tengah secara resmi dimulai, menandai dibukanya gelanggang pertandingan bagi para pendekar.
(A Syaoqi)















