Beranda Warta

Halaqoh Media Pesantren Banyumas, Fokus Perkuat Dakwah Digital dan Strategi Konten

BANYUMAS, nubanyumas.com – Penguatan kapasitas media pesantren menjadi salah satu fokus dalam rangkaian Sambang Pesantren Jilid II yang digelar Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah di Pondok Pesantren Legowo, Kalibagor, Banyumas, Sabtu (13/6/2026). Melalui Halaqah Media Pesantren, puluhan pengelola media pondok dibekali strategi pengelolaan konten dan pemanfaatan media sosial untuk mendukung dakwah di era digital.

Sekitar 30 peserta dari berbagai pesantren di Kabupaten Banyumas mengikuti pelatihan yang menghadirkan pemateri Ust Ahmad Fatkhur Rifki, Ust Nur Khamid, dan Gus Asro. Ketiganya berbagi pengalaman sekaligus praktik pengelolaan media yang efektif untuk memperkuat eksistensi pesantren di ruang digital.

Dalam sesi pelatihan, para peserta diajak memahami bahwa media sosial tidak lagi sekadar sarana publikasi kegiatan, melainkan instrumen penting untuk membangun kepercayaan publik, memperluas jangkauan dakwah, sekaligus memperkenalkan pesantren kepada masyarakat luas. Pengelolaan media yang baik dinilai mampu mendukung promosi lembaga, termasuk menjangkau calon santri baru.

Pemateri juga menekankan pentingnya memilih platform yang sesuai dengan karakter audiens. TikTok dan Instagram dinilai efektif menjangkau generasi muda, khususnya untuk kebutuhan promosi penerimaan santri baru, sementara Facebook masih relevan bagi kalangan milenial. Adapun Saluran WhatsApp dinilai menjadi media paling efektif untuk penyebaran informasi harian kepada komunitas pesantren dan wali santri.

Selain strategi platform, peserta mendapatkan pembekalan mengenai manajemen konten yang terstruktur. Konten harian diarahkan pada dokumentasi aktivitas santri dan momentum keagamaan, konten bulanan berupa rangkuman dawuh kiai dan nilai-nilai kepesantrenan, sedangkan konten tahunan difokuskan pada momentum hari besar Islam maupun peringatan penting lainnya.

Tak hanya itu, tim media pesantren juga dibekali panduan waktu unggah konten yang dinilai paling efektif untuk menjangkau audiens. Mulai dari konten motivasi pada pagi hari, edukasi dan infografis saat siang, informasi kegiatan pondok pada sore hari, hingga video dakwah dan siaran langsung pengajian pada malam hari.

Para pemateri turut mengingatkan pentingnya menjaga kualitas konten melalui caption yang menarik, penggunaan hashtag yang relevan, serta evaluasi berkala terhadap performa setiap unggahan. Dokumentasi kegiatan santri, kehidupan sehari-hari di pondok, hingga prestasi santri disebut sebagai materi yang memiliki daya tarik tinggi di media sosial.

Ketua PC RMI NU Banyumas, Agus H. Abdu Munif, berharap pelatihan tersebut mampu melahirkan tim media pesantren yang semakin profesional dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, media pesantren memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sekaligus memperkuat citra positif pesantren di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Sambang Pesantren RMI PWNU Jawa Tengah yang akan menjangkau 29 kabupaten dan kota sepanjang tahun 2026 dengan semangat “RMI Hadir untuk Pesantren dan Madin”.

Penulis : Gus Zidny Naf’an
Editor : Djito El Fateh