Beranda Warta

Gus Anam: Islam Adalah Agama Kemajuan, Santri Harus Kuasai Literasi

BANYUMAS, nubanyumas.com – Pengasuh Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia, K.H. Zuhrul Anam Hisyam (Gus Anam), menyatakan bahwa Islam merupakan agama peradaban (dinul hadarah) dan kemajuan (dinut tamadun).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutan acara Seminar dan Sharing Session bersama penulis novel Hati Suhita, Ning Khilma Anis, di Auditorium Ma’had Aly Andalusia, Jumat (24/4/2026).

Gus Anam menekankan bahwa literasi, baik membaca maupun menulis, merupakan kunci utama kebangkitan umat manusia. Kiai kharismatik ini merujuk pada pandangan Prof. Dr. Hamdi Zaqzuq mengenai wahyu pertama dalam Surah Al-Alaq.

“Ayat pertama yang turun kepada umat ini adalah ayat kemajuan. Di tengah bangsa yang saat itu ummi, Allah langsung menyebut dua hal yang merupakan miftahul hadarah atau kunci peradaban, yaitu al-qira’ah dan al-kitabah,” ujar Gus Anam.

Menurutnya, melalui kekuatan literasi tersebut, bangsa Arab mampu bertransformasi menjadi pemimpin peradaban dunia dalam waktu singkat. Transformasi inilah yang diharapkan dapat menjadi teladan bagi para santri masa kini.

Kehadiran Ning Khilma Anis dalam acara tersebut dipandang sebagai momentum untuk memantik potensi santri di lingkungan Andalusia. Gus Anam berharap para santri tidak hanya menjadi penikmat bacaan, tetapi juga aktif memproduksi karya tulis sendiri.

“Kehadiran narasumber adalah untuk mendorong dan menyemangati para santri agar mengasah kemampuan sehingga menjadi pribadi yang berkemajuan. Tidak hanya membaca, tapi juga mampu menulis,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Anam juga menceritakan pengalamannya membaca berbagai literatur, mulai dari karya Buya Hamka hingga Ahmad Tohari. Ia menilai membaca karya sastra dapat memberikan wawasan luas jika didasari dengan semangat Iqra.

Di akhir sambutan, Pengasuh Pesantren Andalusia ini menyampaikan harapan agar lembaga yang dipimpinnya mampu melahirkan generasi mandiri. Ia ingin muncul penulis dan tokoh baru yang mampu memberikan kemaslahatan bagi masyarakat luas.

(Ibnu Aris/H Ahyar)