Beranda Keislaman

Khutbah Jumat: Penyakit yang Merusak Amal Saleh

Khutbah Jumat: Penyakit yang Merusak Amal Saleh
Khutbah Jumat: Penyakit yang Merusak Amal Saleh

Lebaran telah usai, namun semangat untuk saling memaafkan dan menjaga silaturahmi hendaknya tetap terjaga. Sayangnya, tidak semua permusuhan mudah dihilangkan, terutama jika akarnya adalah kedengkian atau hasud. Berikut naskah khutbah Jumat yang membahas bahaya sifat hasud sebagai penyakit hati yang dapat merusak amal saleh.

Khutbah Jumat berjudul “Penyakit yang Merusak Amal Saleh” ini ditulis oleh Muhammad Shodiq Ma’mun, S.Sos. Di dalamnya disampaikan peringatan Rasulullah SAW bahwa hasud dapat memakan kebaikan sebagaimana api membakar kayu bakar. Semoga bermanfaat.

Khutbah Jumat: Penyakit yang Merusak Amal Saleh

Oleh: Ustadz Muhammad Shodiq Ma’mun, S.Sos.

Khutbah I

الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، الَّذِي أَمَرَنَا بِالتَّقْوَى وَنَهَانَا عَنِ الْحَسَدِ وَالْعَدَاوَةِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللّٰهُ بِهٖ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ ۗ لِلرِّجَالِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُوْا ۗ وَلِلنِّسَاۤءِ نَصِيْبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ ۗ وَسْـَٔلُوا اللّٰهَ مِنْ فَضْلِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Marilah kita senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan taat menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Baru saja kita gegap-gempita merayakan Lebaran, momentum suci untuk saling memaafkan dan menghapus segala rasa permusuhan. Sebab, permusuhan jelas-jelas dilarang oleh agama. Namun, tidak semua permusuhan mudah dihilangkan, terutama jika akarnya adalah kedengkian.

Sungguh, kedengkian atau hasud ini bukan hanya soal perasaan tidak senang kepada orang lain, tetapi justru penyakit hati yang sangat merusak ketenangan jiwa dan amal-amal kita di hadapan Allah. Orang yang dengki selalu gelisah melihat kebaikan orang lain, hidupnya habis diisi oleh rasa iri dan penilaian buruk, padahal kebanyakan yang dilihat itu adalah karunia dan takdir Allah yang tidak pernah bisa dia pindahkan atau hilangkan.

Dalam kondisi seperti ini, hati menjadi kotor, doa susah diterima, dan amal-amal yang tadinya baik bisa ikut terkena dampak buruk karena tercampur dengan niat yang tidak bersih.

Imam Syafi’i pernah mengingatkan kepada kita, beliau berkata:

كُلُّ العَدَاوَاتِ قَدْ تُرْجَى مَوَدَّتُهَا إِلَّا عَدَاوَةَ مَنْ عَادَاكَ عَنْ حَسَدٍ

“Setiap permusuhan seringkali bisa berujung damai, kecuali permusuhan yang muaranya adalah kedengkian.”

Hadirin yang dirahmati Allah,

Memang, di antara penyakit hati yang paling merusak persaudaraan anak bangsa adalah sifat hasud atau iri dengki yang tidak suka melihat kebaikan orang lain. Sifat ini amat berbahaya karena bisa menghanguskan amal saleh seseorang.

Rasulullah SAW bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ

“Jauhilah sifat hasud (iri dengki), karena sesungguhnya hasud itu dapat memakan kebaikan-kebaikan, sebagaimana api membakar kayu bakar.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Hadirin yang dirahmati Allah,

Oleh karena itu, marilah kita buang jauh-jauh sifat hasud dari hati kita agar hidup kita tenang, tidak disibukkan memikirkan orang lain. Dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa penyakit hati ini hanya bisa disembuhkan dengan ilmu dan amal saleh.

Ilmu yang bermanfaat adalah yang menyadari bahwa hasud (iri hati) justru merugikan diri sendiri, baik di dunia maupun akhirat. Sementara orang yang dihasudi tetap tidak terganggu, bahkan justru mendapat manfaat dari hasud yang kita perbuat. Dan ingat, hasud tidak mengurangi nikmat orang lain, tetapi malah membakar amal kita sendiri.

Semoga Allah SWT membersihkan hati kita dari penyakit ini, menguatkan ukhuwah islamiah, dan menjadikan kita hamba yang senantiasa bertakwa serta mendapatkan taufik dan ampunan dari-Nya. Amin ya Rabbal ‘Alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ بِقُدْسِهِ، وَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتْنَةِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خَاصَّةً وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.

عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.

Klik ikon printer di bawah teks ini untuk mencetak atau download naskah khutbah nya.
BACA JUGA:  Naskah khutbah lainnya di kolom KHUTBAH.