PEKUNCEN, nubanyumas.com – Program Studi Peternakan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto menggelar penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik di Desa Glempang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini menyasar Kelompok Tani Ternak Mindajaya Farm untuk meningkatkan nilai ekonomi peternakan lokal.
Pelatihan difokuskan pada pengolahan limbah kotoran kambing yang volumenya meningkat pasca-Iduladha. Melalui program ini, kotoran hewan (kohe) yang berpotensi mencemari lingkungan dialihkan menjadi pupuk organik yang memiliki nilai jual.
Tim pengabdian UNU Purwokerto dipimpin oleh Arif Harnowo, Siti Rahmawati, Muhammad Rayhan, dan Wahyu Maulana Endris. Kegiatan ini juga melibatkan sembilan mahasiswa UNU Purwokerto untuk mendampingi komunitas peternak secara langsung.
Dalam pelaksanaannya, UNU Purwokerto menghadirkan narasumber dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Billy Arifa Tengger. Ia memberikan edukasi mengenai penggunaan kalkulator takaran untuk menentukan komposisi bahan pembuatan pupuk secara akurat.
Ketua Kelompok Tani Ternak Mindajaya Farm, Achri Priyono, bersama Wakil Ketua, Gisus, memimpin sekitar 20 anggota kelompok dalam mengikuti kegiatan. Peserta mengikuti tahapan mulai dari penyampaian teori hingga praktik pembuatan pupuk kompos.
Pada sesi praktik, peternak dilatih melakukan pencampuran bahan, pengaturan kadar air, penggunaan aktivator, hingga teknik fermentasi. Hasil dari proses ini adalah pupuk organik yang siap diaplikasikan pada lahan pertanian maupun dipasarkan.
Perwakilan tim pengabdian UNU Purwokerto, Arif Harnowo, menjelaskan bahwa penggunaan kalkulator takaran bertujuan untuk mempermudah akurasi peternak di lapangan.
“Inovasi ini membantu peternak menentukan komposisi bahan secara tepat sehingga proses pengomposan menjadi lebih efektif, efisien, dan menghasilkan pupuk organik berkualitas,” kata Arif.
(Djito)












