Menjalani kehidupan di dunia sejatinya adalah menunaikan amanah peran yang telah digariskan oleh Sang Khaliq, di mana setiap individu dituntut untuk memberikan dedikasi terbaiknya sebagai bentuk pengabdian. Melalui khutbah jumat bertajuk “Menjadi Pemeran Terbaik di Sisi Allah” karya Ustadz Muhammad Shodiq Ma’mun, S.Sos., kita diajak untuk merenungi hakikat eksistensi diri bukan sekadar sebagai pelakon strata sosial, melainkan sebagai hamba yang profesional dalam menjalankan skenario takdir dengan penuh keikhlasan. Mari simak ulasan lengkapnya untuk memperkaya khazanah spiritual dan memperkokoh tekad kita dalam meraih predikat ahsanu ‘amala di hadapan Allah SWT.
Khutbah Jumat: Menjadi Pemeran Terbaik di Sisi Allah
Oleh: Ustadz Muhammad Shodiq Ma’mun, S.Sos.
Khutbah I
الحمد لله الَّذِي أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِنِعَمِهِ الْكَثِيرَةِ الَّتِي لَا تُعَدُّ وَلَا تُحْصَى، نِعَمُ الصِّحَّةِ وَالْإِيمَانِ وَالْإِسْلَامِ، فَلَهُ الْحَمْدُ أَوَّلًا وَآخِرًا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ: الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ.
Ma’asyiral hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan senantiasa menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Hidup dan mati bukan sekadar datang lalu pergi, tetapi panggung ujian di mana setiap jiwa diuji untuk menjadi yang terbaik dalam amalnya (ahsanu ‘amala). Kehidupan ini laksana sebuah teater besar yang disutradarai langsung oleh Allah SWT, dan kita semua adalah aktor-aktor-Nya, hamba-hamba-Nya yang diberi peran masing-masing melalui amanah, jabatan, rumah tangga, dan profesi.
Tugas utama kita sederhana: hiduplah sesuai kehendak Allah, Pemilik segala kehidupan. Jangan lawan skenario-Nya, melainkan berlakonlah dengan penuh ikhlas dan kesadaran, sehingga terus “dipakai” oleh-Nya dan layak menjadi pemeran terbaik di sisi-Nya kelak.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Andai peran kita adalah orang kaya, jadilah pemeran kaya yang terbaik: dermawan, bersyukur, senantiasa mengingat bahwa semua harta adalah titipan Allah, dan jadikan rezeki itu sarana untuk membantu orang lain serta memperluas kebaikan di jalan-Nya.
Andai peran kita sebagai orang miskin, jadilah pemeran miskin yang profesional: sabar, ikhlas, tetap taat, dan tetap berbuat baik meski dalam kesederhanaan. Karena sering kali, orang yang sederhana dalam materi justru lebih leluasa hatinya untuk mendekat kepada Allah.
Bahkan andai peran kita pernah sebagai orang yang banyak melakukan kesalahan dan dosa, dengan sebab apa pun, jadilah aktor terbaik yang akhirnya bertobat, memperbaiki diri, dan menjadi teladan bagi orang lain. Sebab, pertobatan yang jujur dan perbaikan yang istiqamah adalah salah satu kemenangan terbesar di hadapan Allah.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Satu sindiran dari Imam Ibnu Atha’illah as-Sakandari, beliau mengatakan:
لا تَرْحَلْ مِنْ كَوْنٍ إلى كَوْنٍ فَتَكونَ كَحِمارِ الرَّحى, يَسيرُ وَالمَكانُ الَّذي ارْتَحَلَ إلَيْهِ هُوَ الَّذي ارْتَحَلَ عَنْهُ. وَلكِنِ ارْحَلْ مِنْ الأَكْوانِ إلى المُكَوِّنِ، (وَأَنَّ إِلَى رَبِّكَ الْمُنْتَهَى)
“Jangan berpindah dari satu status ke status lain, sehingga seperti keledai penggiling yang terus berputar, tapi tempat tujuannya sama dengan yang ditinggalkannya. Sebaliknya, berpindahlah dari segala status menuju Penciptanya, (karena hanya kepada Tuhanmulah segala sesuatu kembali).”
Pada intinya, mari kita jalankan peran masing-masing dengan sebaik-baiknya, dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Jadilah hamba yang profesional di hadapan Allah, bukan hanya di hadapan pimpinan atau atasan. Karena yang melihat “akting” kita sebenarnya adalah Allah SWT, yang mengetahui isi hati dan niat yang paling rahasia.
Mudah-mudahan Allah SWT menjadikan kita hamba-hamba yang tidak hanya pandai berakting di depan manusia, tetapi serius dan ikhlas beramal di hadapan-Nya, hingga setiap peran yang kita jalani menjadi sarana mendekat kepada-Nya. Amin ya Rabbal ‘alamin.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Khutbah II
الحَمْدُ لِلَّهِ اتِّبَاعًا لِمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِهِ مَا اتِّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ… اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ, إِنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ وَأَيَّدَ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ عِبَادِهِ. فَقَالَ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ قَائِل: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَٰأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيسِيَّا خَاصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ. وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، وَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ يَزِيدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
Klik ikon printer di bawah teks ini untuk mencetak atau download naskah khutbah nya.
BACA JUGA: Naskah khutbah lainnya di kolom KHUTBAH.












