Haul dan Ultah Pertama Tanpa Simbah, Pesantren Miftahul Huda Pesawahan Digelar Virtual

KH Muhamad berfoto bersama santri peserta khataman. Sabtu,(13/03/2021)

RAWALO, nubanyumas.com – Pesantren Miftahul Huda Pesawahan Rawalo Banyumas mengadakan acara Haul Masal KH Ilyas ke 44 Muassis Ma’had dan Ulang Tahun (Ultah) ke 58 Pesantren Miftahul Huda, Sabtu-Ahad (13-14/03/2021).

Agenda rutin tahunan itu kali ini digelar sedikit berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, karena harus menyesuaikan kondisi sosial masyarakat yang masih dalam masa pandemi COVID-19. Ketua Panitia Kegiatan, KH Ulul Albab mengatakan acara Haul tahun ini digelar virtual dan tertutup, serta dengan mematuhi standar protokol kesehatan yang ketat.

“Hanya diikuti oleh keluarga ndalem, para santri yang bermukim di pesantren serta beberapa undangan khusus,” katanya kepada nubanyumas.com

Rangkaian acara Haul hari pertama dimulai dengan sema’an Al Qur’an, kemudian dilanjutkan khataman Kutubussalaf. Sedangkan hari ke dua diadakan tahlil akbar yang dilanjutkan dengan ziarah kubur ke makam pendiri dan keluarga pesantren.

“Malam puncak acara Haul diisi dengan tausiah yang akan disampaikan oleh KH Ahmad Muafiq atau Gus Muafiq,” lanjutnya.

KH Mohamad menjelaskan, tahun ini sejumlah 412 santri putra dan putri mengikuti khataman Kutubussalaf yang meliputi kitab niat ingsun ngaji, kitab matan al jurumiah, kitab maqsud, kitab al imriti dan kitab seribu bait alfiyah ibnu malik. Selain itu, 22 santri mengikuti Khataman Al Qur’an 30 juz bil ghoib.

“Tahun ini yang ikut khataman dua angkatan, tahun ini dan tahun kemarin,” katanya.

Tahun kemarin, lanjut Kiai yang akrab disapa Gus Muh ini tidak diadakan karena kondisi yang tidak memungkinkan, sehinga pelaksanaan tahun kemarin ditunda sementara.

Gus Muh menjelaskan, tahun ini merupakan tahun pertama acara haul yang diadakan tanpa kehadiran sosok Simbah KH Zaini Ilyas, hal ini menurutnya menjadi sangat berbeda karena dulu semua rangkaian acara haul dikomando langsung oleh Simbah.

”Dahulu semuanya dikomando Simbah, dari awal acara sampai akhir acara, sekarang kita diharuskan untuk lebih mandiri dalam menjalankan acara ini,” lanjutnya.

Lewat kemandirian itulah, semua putra putri KH Zaini Ilyas merasa mendapatkan amanat dan tangung jawab besar yang harus diemban, bukan hanya dalam menggelar acara ini, tapi juga dalam proses perjalanan dan perkembangan pesantren kedepan. (*)

Tulisan sebelumnyaDerajat Memuliakan Orang Yang Sudah Tua
Tulisan berikutnyaLIVE! Tonton ‘Drama Situasi’ Lesbumi Banyumas Sekarang…

1 KOMENTAR

TULIS KOMENTAR

Tuliskan komentar anda disini
Tuliskan nama anda disini