BANYUMAS, nubanyumas.com – Pengasuh Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia, KH Zuhrul Anam Hisyam atau Gus Anam, melepas 20 santri yang akan melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Mesir. Prosesi pelepasan berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren, Rabu (23/9/2026). Turut hadir Ketua Yayasan Sunarto Arif, kepala sekolah, keluarga ndalem, perwakilan Universitas Al-Azhar Mesir Syaikh Mahmud Ali Yasin Al-Azhari, serta orang tua dan para santri.
Dalam pesannya, Gus Anam meminta para santri bersungguh-sungguh selama menjalani studi di Mesir. Ia berharap para santri tidak sekadar mengejar pendidikan, tetapi juga memperoleh ilmu yang bermanfaat untuk dibawa pulang.
“Belajarlah merantau di negeri lain. Bahwasanya beberapa kitab-kitab yang kita pelajari saat ini sebagian besar berasal dari Mesir,” kata Gus Anam saat melepas para santri.
Ia kemudian berpesan agar kesempatan belajar di Al-Azhar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, pengalaman menuntut ilmu di Mesir diharapkan dapat memperkuat bekal keilmuan para santri.
“Maka bersungguh-sungguhlah kalian belajar di sana agar mendapat ilmu yang bermanfaat dan pulang membawa ilmu yang bermanfaat,” ujar Gus Anam.
Sebelum keberangkatan, Gus Anam juga memimpin amalan yang menjadi tradisi pesantren ketika santri hendak melakukan perjalanan jauh. Ia menyampaikan bahwa tradisi tersebut merupakan dawuh yang pernah diterimanya dari Mbah Hisyam.
“Dulu saya diberi dawuh oleh Mbah Hisyam, bahwasanya jika seseorang akan pergi jauh, maka dibacakan Al-Fatihah sebanyak 41 kali,” ungkapnya.
Setelah pembacaan Al-Fatihah, doa keberkahan dipimpin Syaikh Mahmud Ali Yasin Al-Azhari. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan azan yang dikumandangkan oleh santri Andalusia sebagai bagian dari tradisi pelepasan santri yang akan menempuh perjalanan jauh.
Salah seorang calon mahasiswa Al-Azhar, Muhammad Fairuzzabadi, mengaku haru sekaligus tidak menyangka dapat mewujudkan keinginannya untuk belajar di Mesir. Ia juga mengaku akan merindukan suasana pesantren dan para guru di Andalusia.
“Perasaannya deg-degan, mungkin masih tidak percaya akhirnya bisa berangkat ke Mesir. Pastinya saya akan sangat rindu dengan Andalusia, terutama suasananya, terlebih lagi pada guru saya, Abah Anam,” kata Fairuz.
Pelepasan 20 santri tersebut ditutup dengan foto bersama para masyayikh dan prosesi mushafahah. Para santri bersalaman dan meminta doa restu sebelum berangkat melanjutkan perjalanan akademiknya ke Mesir.
Kontributor: Nurul Khabibah Al-Kharis












