BANYUMAS, nubanyumas.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyumas menegaskan sikap menolak segala bentuk intervensi dan transaksi dalam proses penentuan Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) maupun pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar NU ke-35 di Jombang, Jawa Timur.
Penegasan tersebut disampaikan Rais Syuriyah PCNU Banyumas, KH Mughni Labib, dalam rapat koordinasi bersama jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Banyumas, Sabtu (23/8/2026), di Aula Al A’la, Jalan Sultan Agung, Purwokerto. Rakor tersebut melibatkan perwakilan 27 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Banyumas, khususnya Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah, serta unsur badan otonom NU.
Menurut KH Mughni Labib, konsolidasi tersebut penting untuk memastikan sikap dan aspirasi NU Banyumas dibawa ke Muktamar melalui mekanisme organisasi, bukan melalui tekanan ataupun kepentingan di luar kepentingan jam’iyah.
“Kami sebagai pemilik mandat, melibatkan MWCNU untuk usulan nama AHWA. Ini wujud keterbukaan kami. Termasuk, kami NU Banyumas menolak tegas segala bentuk intervensi apalagi sikap transaksional menjelang mukhtamar,” tegas KH Mughni Labib.
PCNU Banyumas meminta pengusulan nama-nama AHWA benar-benar berasal dari struktur Syuriyah di tingkat MWCNU. Dengan mekanisme tersebut, aspirasi yang muncul dapat merepresentasikan pandangan para Rais Syuriyah di tingkat kecamatan sekaligus menjaga proses pemilihan AHWA tetap berada dalam koridor organisasi.
Untuk aspirasi mengenai calon Ketua Umum PBNU, PCNU Banyumas juga akan menghimpun gambaran usulan dari jajaran Ketua Tanfidziyah MWCNU. Menurut KH Mughni Labib, mekanisme tersebut merupakan bagian dari konsolidasi berjenjang agar suara dari struktur NU di tingkat bawah dapat tersampaikan secara terukur dalam forum Muktamar.
Rakor yang dipimpin KH Mughni Labib tersebut turut didampingi Katib Syuriyah PCNU Banyumas, Prof. Dr. Ridwan, dan Sekretaris PCNU Banyumas, Dr. Saridin. Pertemuan menjadi ruang untuk menyatukan persepsi sekaligus memastikan kesiapan struktur NU Banyumas menghadapi Muktamar NU ke-35 yang akan berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 di Jombang.
Selain menyangkut AHWA dan calon Ketua Umum PBNU, konsolidasi juga diarahkan untuk menjaga soliditas jajaran NU Banyumas selama mengikuti seluruh tahapan Muktamar. Sikap tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa keterlibatan PCNU Banyumas dalam Muktamar tidak hanya menyangkut kehadiran delegasi, tetapi juga membawa aspirasi organisasi yang telah dibahas melalui struktur secara berjenjang.
Sekretaris PCNU Banyumas, Dr. Saridin, mengatakan pihaknya telah menyiapkan keberangkatan delegasi Banyumas menuju Jombang. Rencananya, satu bus yang membawa perwakilan pengurus harian PCNU Banyumas dan unsur MWCNU akan diberangkatkan pada Jumat (28/8/2026).
“Kami menyiapkan satu bus untuk perwakilan pengurus harian PCNU dan MWCNU. Keberangkatan ini bagian dari kesiapan PCNU Banyumas untuk mengikuti Muktamar sekaligus memastikan aspirasi yang sudah dikonsolidasikan dapat dibawa dalam forum,” kata Saridin.
Melalui konsolidasi tersebut, PCNU Banyumas berharap Muktamar NU ke-35 berlangsung secara demokratis, bermartabat, dan sesuai dengan ketentuan organisasi. Sikap bebas dari intervensi dan transaksi ditegaskan sebagai bagian dari ikhtiar menjaga marwah Nahdlatul Ulama serta memastikan keputusan Muktamar lahir dari mekanisme organisasi dan aspirasi struktural.












