BANYUMAS, nubanyumas.com — Deforestasi hingga eksploitasi anak untuk konten media sosial akan menjadi pembahasan dalam Bahtsul Masail Waqi’iyyah yang digelar dalam rangkaian Haul ke-33 KH Hisyam Zuhdi di Pondok Pesantren Attaujieh Al Islamy atau Pondok Leler.
Bahtsul Masail dijadwalkan berlangsung pada Jumat (4/9/2026) dan akan diikuti jajaran masyayikh Pondok Leler, para alumni, serta delegasi dari berbagai pondok pesantren di Banyumas dan Cilacap.
Penanggung Jawab Bahtsul Masail, Muttaqin, mengatakan pembahasan kali ini mengangkat dua persoalan yang dinilai dekat dengan kehidupan masyarakat.
Keduanya yakni hukum eksploitasi anak untuk konten media sosial serta deforestasi hutan atas nama pembangunan ekonomi.
“Bahtsul kali ini mengangkat persoalan hukum eksploitasi anak untuk konten media sosial dan deforestasi hutan atas nama pembangunan ekonomi,” ujar Muttaqin.
Menurut dia, persoalan deforestasi menjadi isu yang semakin penting karena dampak negatifnya mulai dirasakan masyarakat.
“Deforestasi hutan menjadi persoalan yang kian mencuat belakangan. Itu karena efek negatifnya sekarang mulai dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Selain Bahtsul Masail, panitia juga menyiapkan sejumlah kegiatan sosial dan budaya yang menjadi rangkaian Haul Mbah Hisyam.
Salah satunya adalah khitan massal yang akan digelar pada Sabtu (5/9/2026) malam.
Penanggung Jawab Khitan Massal, Khoerut Tamami, mengatakan kegiatan tersebut akan diikuti maksimal 15 anak dari masyarakat sekitar Pondok Leler.
Usai khitanan, peserta akan mengikuti arak-arakan bersama.
“Khitanan Massal memang diproyeksikan sebagai amal dari kami untuk warga kurang mampu,” ujar Khoerut Tamami.
Panitia juga kembali menggelar bazar yang menghadirkan pedagang dari berbagai daerah.
Bazar tersebut menjadi bagian dari rangkaian praacara yang selama ini selalu menarik perhatian masyarakat.
Untuk memusatkan keramaian, panitia menggelar Festival Hadrah dan pagelaran Wayang Santri di area bazar.
Festival Hadrah dijadwalkan berlangsung pada Sabtu pagi hingga sore.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan karnaval dan pagelaran Wayang Santri pada Sabtu malam.
“Jadi sentral keramaian memang kita arahkan pada satu lokal,” kata H. Subhan.
Pengajian Akbar Jadi Puncak Acara
Puncak Haul ke-33 KH Hisyam Zuhdi akan digelar pada Minggu (6/9/2026).
Kegiatan diawali dengan tadarus Al-Qur’an.
Selanjutnya dilaksanakan pengajian pengantar ziarah.
Rangkaian haul akan ditutup dengan Pengajian Akbar pada Minggu malam.
“Puncak acara dibuka dengan tadarus Al-Qur’an, kemudian pengajian pengantar ziarah, dan akan ditutup dengan Pengajian Akbar,” ujar Ketua Panitia Haul, Adib Muwaffaq.
(H Ahyar)












