Beranda Warta

PCNU Banyumas Siapkan Digitalisasi Administrasi Lewat SINOEMAS, Wujudkan Tata Kelola NU Berbasis Data

BANYUMAS, nubanyumas.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas terus memperkuat transformasi organisasi melalui digitalisasi administrasi. Langkah tersebut diwujudkan melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Administrasi yang digelar di Hotel Queen Garden Baturraden pada 25–26 Juli 2026 dengan fokus utama pengoperasian SINOEMAS (Sistem Informasi NU Banyumas) sebagai platform administrasi dan komunikasi organisasi berbasis digital.

Kegiatan diikuti perwakilan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Banyumas, sekretaris lembaga, serta badan otonom di lingkungan PCNU Banyumas. Diklat menjadi bagian dari ikhtiar membangun sistem administrasi yang lebih modern, efektif, dan terintegrasi hingga tingkat ranting.

Pembukaan diklat dihadiri Rais Syuriyah PCNU Banyumas, KH. Mughni Labib, Ketua PCNU Banyumas Drs. H. Imam Hidayat, serta jajaran pengurus cabang. Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi dari Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banyumas Eko Heru Surono, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Banyumas Ngisomudin, Katib Syuriyah PCNU Banyumas Prof. Dr. Ridwan, serta tim sekretariat PCNU Banyumas.

Ketua PCNU Banyumas, Drs. H. Imam Hidayat, mengatakan transformasi digital merupakan kebutuhan organisasi agar tata kelola administrasi Nahdlatul Ulama semakin profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui SINOEMAS, seluruh proses administrasi diharapkan dapat berjalan lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi dengan baik.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari transformasi administrasi NU Banyumas menuju sistem digital. SINOEMAS akan menjadi sarana komunikasi organisasi mulai dari PCNU, MWCNU hingga ranting, termasuk dalam tata persuratan, pendataan warga, dan berbagai layanan administrasi lainnya. Ke depan, seluruh kebijakan organisasi harus berbasis data sehingga setiap keputusan yang diambil lebih tepat dan terukur,” ujar Imam Hidayat.

Menurutnya, keberadaan basis data organisasi yang terintegrasi akan menjadi modal penting dalam memperkuat pelayanan kepada warga Nahdlatul Ulama sekaligus meningkatkan efektivitas koordinasi antarstruktur organisasi di seluruh Kabupaten Banyumas.

Ketua Panitia Diklat, H. Sudir Suhaib, menjelaskan bahwa pelatihan dirancang tidak hanya mengenalkan aplikasi, tetapi juga memastikan setiap peserta mampu mengoperasikan SINOEMAS secara optimal setelah kembali ke wilayah masing-masing.

“Kami ingin seluruh sekretaris MWCNU, lembaga, dan badan otonom memiliki pemahaman yang sama dalam mengelola administrasi berbasis digital. Harapannya, setelah mengikuti diklat ini mereka menjadi penggerak implementasi SINOEMAS di tingkat masing-masing sehingga terbangun sistem administrasi NU Banyumas yang tertib, seragam, dan saling terhubung,” jelas Sudir Suhaib.

Melalui implementasi SINOEMAS, PCNU Banyumas menegaskan komitmennya membangun organisasi yang modern tanpa meninggalkan nilai-nilai jam’iyah. Digitalisasi administrasi diharapkan menjadi fondasi penguatan kelembagaan, sekaligus menghadirkan tata kelola organisasi yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis data sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.