KEBASEN, nubanyumas.com – MWNCU Kebasen, di era kepemimpinan Kyai Hamam Hartono, menggelar Bahtsul Masail perdana Sabtu malam, 18 Juli 2026. Kegiatan ini bermaksud menjawab pelbagai persoalan yang berkembang dan faktual khususnya di wilayah Kebasen. Kyai Hamam mengatakan, sesuai kesepakatan, Bahtsu nanti malam akan bertempat di Pondok Pesantren Manbaul Hisan, Buaran, Randegan.
“Bahtsu rencana akan dihadiri oleh Syuriah dan Tanfidziyyah dari 12 Anak Ranting, para Imam Masjid dan Mushola di wilayah Kebasen, alumni Pesantren, dan tentu saja delegasi Pondok Pesantren di Kebasen juga kami undang” tutur Kyai Mustafidlurrahman, ketua LBM MWCNU Kebasen.
Hadir juga sebagai musohheh, Gus Qoidurrahman Hasyim, Kyai Iskandar, Kyai Hadidul Fahmi, dan Kyai Muwaffaquddin. Dari LBM PCNU Banyumas juga kami minta kesediaannya secara khusus untuk memberi arahan sebagai Tim Perumus.
“Dari LBM Banyumas mendelegasikan Kyai Dr. Agus Sunaryo, Kyai Mukhlisin Chasbullah dan Kyai Ali Ridlo,” ujar Hamam Hartono, Ketua Tanfidziyyah MWCNU Kebasen.
Salah satu masalah yang dibahas adalah Shalat dengan dagu dan punggung tangan yang terbuka bagi perempuan. Pembahasan ini sebagai respon atas beredarnya video shalat peserta perempuan diklat Manager KDMP yang belakangan ramai di media sosial.
Menurut Kyai Hamam, kegiatan ini sebagai bentuk partisipasi LBM Kebasen menjawaban problematika keagamaan faktual. Sehingga harapannya, LBM Kebasen kedepan bisa menggelar secara rutin kegiatan Bahtsu, entah selapan (40 hari) atau Tri Wulan, sesuai kesepakatan peserta.
“Besar harapan saya, LBM benar benar menjadi jawaban bagi problematika keagamaan bagi masyarakat Nahdliyyin khususnya di wilayah Kebasen kedepan,” pungkasnya.















