Beranda Warta Nasional

MATAMUDA Jadi Gerbang Pembentukan Karakter, MI Ma’arif NU 1 Dawuhanwetan Sambut 60 Murid Baru

BANYUMAS, nubanyumas.com – MI Ma’arif NU 1 Dawuhanwetan, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, menggelar Masa Ta’aruf Madrasah untuk Murid Baru (MATAMUDA) Tahun Pelajaran 2026/2027 pada 13–15 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti 60 peserta didik baru ini menjadi rangkaian awal pengenalan lingkungan madrasah sekaligus penguatan karakter sejak hari pertama memasuki jenjang pendidikan dasar.

Mengusung tema “Membentuk Generasi Islami, Berprestasi, Berkarakter, dan Berwawasan Global”, MATAMUDA dirancang sebagai proses adaptasi yang edukatif, ramah anak, menyenangkan, inklusif, serta bebas dari praktik perundungan maupun kekerasan. Selama tiga hari, peserta diperkenalkan dengan budaya madrasah, tata tertib, pembiasaan ibadah, hingga berbagai program unggulan yang dimiliki madrasah.

Beragam materi diberikan kepada peserta, di antaranya pengenalan warga dan lingkungan madrasah, pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, perilaku hidup bersih dan sehat, edukasi pencegahan perundungan, pengenalan Program ASRI (Aktif, Sehat, Religius, dan Inspiratif), serta pemetaan minat dan bakat peserta didik sebagai dasar pembinaan akademik maupun nonakademik.

Pelaksanaan MATAMUDA juga melibatkan berbagai narasumber dari unsur Kepala Madrasah, dewan guru, pengasuh pondok pesantren, Kepolisian Sektor Kedungbanteng, BP3MNU, serta Komite Madrasah. Keterlibatan lintas unsur tersebut diharapkan mampu memberikan bekal yang utuh kepada peserta didik mengenai kedisiplinan, nilai-nilai keislaman, kesehatan, serta semangat kebangsaan.

Kepala MI Ma’arif NU 1 Dawuhanwetan, Umi Rohayati, S.Ag, mengatakan MATAMUDA bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan madrasah, tetapi menjadi langkah awal membentuk karakter dan budaya belajar peserta didik.

“MATAMUDA merupakan momentum untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, dan budaya madrasah sejak hari pertama. Kami ingin seluruh peserta didik mampu beradaptasi dengan baik, memiliki semangat belajar, serta tumbuh menjadi pribadi yang berakhlakul karimah dan berprestasi,” ujarnya.

Menurut Umi Rohayati, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam memberikan layanan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pengembangan karakter dan potensi setiap peserta didik secara menyeluruh.

“Kami berharap pengalaman pertama di madrasah ini menjadi fondasi yang kuat bagi anak-anak untuk berkembang menjadi generasi Islami, cerdas, berkarakter, serta mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” pungkasnya.