BANYUMAS, nubanyumas.com – Pimpinan Ranting Fatayat NU Mersi, Kecamatan Purwokerto Timur, menggelar pelatihan pembuatan cilok sebagai upaya mendorong lahirnya usaha kuliner rumahan di kalangan kader dan anggota majelis taklim. Kegiatan berlangsung di halaman Musala Al Barokah Mersi, Kamis (9/7/2026), dan diikuti puluhan peserta dari wilayah Purwokerto Timur.
Pelatihan menghadirkan Robiatun Nihayati, pegiat UMKM yang juga Penyuluh Agama Islam KUA Purwokerto Timur. Para peserta mendapatkan materi sekaligus praktik langsung membuat cilok, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, hingga penyajian yang memiliki nilai jual.
Wakil Ketua PR Fatayat NU Mersi, Lisa Triyani, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi yang terus dikembangkan organisasi. Menurutnya, keterampilan sederhana dapat menjadi peluang usaha yang mampu membantu meningkatkan pendapatan keluarga.
“Fatayat NU tidak hanya bergerak di bidang keagamaan dan sosial, tetapi juga ingin membekali kader dengan keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi usaha produktif. Harapannya, ilmu yang diperoleh hari ini dapat menjadi awal lahirnya pelaku UMKM baru dari lingkungan Fatayat dan majelis taklim,” ujarnya.
Ia menambahkan, usaha kuliner dipilih karena memiliki pasar yang luas dengan modal yang relatif terjangkau. Karena itu, pelatihan semacam ini diharapkan mampu mendorong perempuan menjadi lebih mandiri secara ekonomi tanpa harus meninggalkan peran mereka di keluarga maupun masyarakat.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Ketua PAC Fatayat NU Purwokerto Timur, Dewi Erla Mahmudah, yang terus mendorong setiap ranting menghadirkan program pemberdayaan yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. Penguatan ekonomi perempuan dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan ketahanan keluarga.
Selain mempererat silaturahmi antaranggota, pelatihan ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam mengembangkan usaha mikro berbasis potensi lokal. Fatayat NU berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai pelatihan, tetapi dapat diwujudkan menjadi usaha yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, Fatayat NU Mersi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program yang tidak hanya memperkuat aspek keagamaan, tetapi juga meningkatkan kapasitas ekonomi kader dan masyarakat. Langkah itu sekaligus mendukung tumbuhnya UMKM lokal sebagai salah satu penggerak perekonomian di Banyumas.















