Beranda Warta Nasional

Ansor Kedungbanteng Ziarah ke Tokoh Bangsa, Belajar Dakwah Digital di Kantor Pusat GP Ansor dan PBNU

 

JAKARTA, nubanyumas.com – Meneladani perjuangan para ulama tidak cukup hanya dengan mengenang jasa-jasanya. Semangat itulah yang dibawa Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, saat menggelar Ziarah Nasional dan Kunjungan Organisasi ke Kantor Pimpinan Pusat GP Ansor serta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Sabtu–Minggu (27–28/6/2026).

Kegiatan yang diikuti jajaran pengurus harian tersebut memadukan ziarah ke makam ulama dan tokoh bangsa dengan penguatan kapasitas organisasi. Selain menjadi ruang refleksi atas perjuangan para pendahulu, agenda ini juga membuka wawasan kader tentang tantangan dakwah dan komunikasi organisasi di era digital.

Rangkaian ziarah diawali dengan mengunjungi makam Syekh Makdum Wali di Karanglewas, KH. Slamet Efendi Yusuf di Ajibarang, serta KH. Abbas Abdul Jamil di Buntet, Cirebon. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, untuk berziarah ke makam KH. Zainul Arifin, tokoh pendiri GP Ansor sekaligus Pahlawan Nasional, serta Presiden ketiga Republik Indonesia, B.J. Habibie.

Usai berziarah, rombongan melanjutkan silaturahmi ke Kantor Pimpinan Pusat GP Ansor di Jakarta. Di sana, peserta berdiskusi mengenai dinamika organisasi sekaligus melihat secara langsung pusat aktivitas kepengurusan nasional. Kunjungan kemudian berlanjut ke Gedung PBNU untuk mengikuti audiensi bersama jajaran TVNU.

Dalam forum tersebut, Direktur Utama TVNU, Ali Ramadhan, didampingi Ali Mukhodas beserta tim, membagikan perjalanan lahirnya TVNU yang berdiri pada 2016. Ia menuturkan, media resmi Nahdlatul Ulama itu berawal dari niat sederhana untuk berkhidmah kepada organisasi dan para ulama.

“Nawaitunya ngalap barokah. Langkah awal kami adalah matur kepada para kiai agar setiap ikhtiar diberi kelancaran dan keberkahan,” ujar Ali Ramadhan.

Ia menegaskan, membangun media bukan semata persoalan teknologi, melainkan komitmen menjaga narasi Islam yang moderat dan menghadirkan informasi yang benar di ruang digital. Karena itu, kader Ansor di daerah didorong berani memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah sekaligus publikasi kegiatan organisasi.

“Jangan pernah membatasi diri hanya karena persoalan teknis. Bergeraklah sambil belajar, bertemu banyak teman, dan terus berkolaborasi. Ada kepuasan batin tersendiri ketika kita mengabdi di Nahdlatul Ulama,” pesannya kepada peserta.

Ketua rombongan PAC GP Ansor Kedungbanteng mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ikhtiar membangun kader yang tidak hanya mengenal sejarah perjuangan ulama, tetapi juga siap menjawab tantangan zaman. Menurutnya, semangat para pendahulu harus diteruskan melalui penguatan organisasi, pengembangan literasi digital, serta dakwah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Melalui agenda dua hari tersebut, PAC GP Ansor Kedungbanteng berharap para kader pulang dengan bekal yang lebih utuh: meneladani nilai perjuangan para ulama dan tokoh bangsa, sekaligus membawa semangat baru untuk memperkuat khidmah organisasi melalui media digital yang mencerahkan dan berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Penulis : Ma’mun Muanas