Beranda Warta

10 Hari Penuh Diskusi dan Bazar Buku di BIL Fest 2026 Purwokerto

10 Hari Penuh Diskusi dan Bazar Buku di BIL Fest 2026 Purwokerto
10 Hari Penuh Diskusi dan Bazar Buku di BIL Fest 2026 Purwokerto

PURWOKERTO, nubanyumas.com – Banyumas International Literasi Festival (BIL Fest) 2026 resmi digelar di Hetero Space, Jl. Jend. Gatot Subroto No. 67, Sitapen, Purwanegara, Purwokerto Timur. Festival internasional ini berlangsung selama 10 hari berturut-turut hingga Sabtu, 20 Juni 2026 mendatang.

Selama masa pelaksanaan tersebut, panitia menyajikan agenda padat berupa 40 sesi bincang inspiratif. Kegiatan diskusi tersebut terjadwal setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB. Selain ruang diskusi, publik juga disuguhi dengan bazar buku dan bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Founder BIL Fest, Rahmi Wijaya, menjelaskan bahwa indikator gairah literasi di Kabupaten Banyumas dapat dilihat secara nyata dari intensitas kegiatan dan jumlah pengunjung festival. Pada penyelenggaraan tahun lalu, BIL Fest menjaring 5.000 pengunjung dalam durasi 7 hari pelaksanaan.

“Pada BIL Fest 2026 kali ini, panitia menargetkan mampu menembus angka 10.000 pengunjung,” ujar Rahmi saat memberikan sambutan pada opening ceremony sesi kedua, Jumat (12/06/2026).

Rahmi menambahkan, BIL Fest 2026 menghadirkan sejumlah program unggulan, salah satunya adalah agenda Temu Penerbit. Sejumlah penerbit nasional yang hadir di antaranya adalah Penerbit Mojok, Semut Api, Ohara, dan Mizan.

Hadir pula perwakilan dari Ikatan Penerbit Borobudur Agensi, sebuah agen literary resmi di bawah payung Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI). Festival ini didukung oleh berbagai mitra seperti Bank Indonesia Purwokerto, Perpustakaan BI, OJK Purwokerto, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Terbuka (UT) Purwokerto, dan Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas, Agus Anggraito, yang hadir mewakili Bupati Banyumas, menyatakan dukungannya terhadap tema utama festival tahun ini, yaitu Selamet (Selaras, Literat, dan Menguatkan).

Menurut Agus, dalam perkembangan zaman saat ini, literasi tidak boleh lagi dimaknai secara sempit sebatas kemampuan membaca dan menulis. Ia menekankan pentingnya pembentukan ekosistem literasi yang berkelanjutan di Banyumas dengan melibatkan unsur pemerintah dan masyarakat.

“Prinsip literasi adalah solusi. Siapa yang punya literasi tinggi, dia punya solusi dalam kehidupannya. Harapan kita warga Banyumas seperti itu,” kata Agus.

Rangkaian pembukaan BIL Fest 2026 ini diawali dengan penampilan seni gendingan Jawa kontemporer bertajuk “Pitutur Kaki” oleh kelompok seni Sarasvati dari SMA Negeri 1 Purwokerto. Pembukaan secara simbolis ditandai dengan pemukulan gong oleh Agus Anggraito bersama Rahmi Wijaya, lalu ditutup dengan pembacaan doa.

(H Ahyar)