Beranda Keislaman

Khutbah Jumat: Berhaji Tanpa Batas Geografi

Khutbah Jumat: Berhaji Tanpa Batas Geografi
Khutbah Jumat: Berhaji Tanpa Batas Geografi

Khutbah Jumat: Berhaji Tanpa Batas Geografi

Oleh: Muhammad Shodiq Ma’mun, S.Sos.
(Rais Syuriah NU Ranting Kalibenda)

Khutbah I

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَعْظَمَ الْأَجْرَ لِمَنْ تَعَبَّدَ لَهُ بِإِخْلَاصِ النِّيَّاتِ، الَّذِي مَيَّزَ بَيْنَ الْخَبِيْثِ وَالطَّيِّبِ بِالدَّلَائِلِ الْوَاضِحَاتِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً أَرْجُوْ بِهَا رَفِيْعَ الدَّرَجَاتِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الْآيَاتِ وَالْمُعْجِزَاتِ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمَبْعُوثِ إِلَى سَائِرِ الْمَخْلُوْقَاتِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ ذَوِي الْهِمَمِ الْعَالِيَاتِ . أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ : وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًاۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

Ma’asyiral hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Saat ini, jamaah haji kita dari Indonesia telah mulai berangkat satu per satu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Ibadah haji adalah rukun Islam kelima yang wajib bagi setiap muslim yang mampu, setidaknya satu kali seumur hidup. Haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan penyempurna iman yang menjanjikan balasan istimewa. Rasulullah SAW bersabda:

الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

Artinya: “Haji yang mabrur, tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR. Muslim).

Lalu, bagaimana nasib saudara-saudara kita yang belum mampu menunaikan haji karena keterbatasan biaya atau faktor lainnya? Ternyata, ada amalan-amalan yang pahalanya setara dengan haji dan dapat dilakukan oleh siapa saja di tanah kelahirannya sendiri.

Pertama, shalat Jumat, sebagaimana yang kita laksanakan saat ini. Rasulullah SAW bersabda:

اَلْجُمعَةُ حَجُّ الْفُقَرَاءِ. وَفِي رِوَايَةٍ: اَلْجُمْعَةُ حَجُّ الْمَسَاكِيْنِ

Artinya: “Shalat Jumat adalah haji bagi orang-orang fakir. Dalam riwayat lain: Shalat Jumat adalah haji bagi orang miskin.” (HR. Ibnu Abbas).

Hadirin yang dirahmati Allah,

Hadis tersebut merupakan kabar gembira bagi orang-orang yang tidak mampu menunaikan ibadah haji karena tidak memiliki bekal atau faktor lainnya. Mereka tetap bisa mendapatkan pahala yang setara dengan ibadah haji melalui ibadah shalat Jumat.

Kedua, shalat berjamaah. Nabi Muhammad SAW bersabda:

مَنْ مَشَى إِلىَ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ فِي الْجَمَاعَةِ فَهِيَ كَحَجَّةٍ وَمَنْ مَشَى إِلَى صَلاَةِ تَطَوُّعٍ فَهِيَ كَعُمْرَةٍ تَامَةٍ

Artinya: “Siapa saja yang berjalan menuju shalat wajib berjamaah, maka ia seperti berhaji. Dan siapa saja yang berjalan menuju shalat sunnah, maka ia seperti melakukan umrah yang sempurna.” (HR. at-Thabrani).

Orang yang istikamah melakukan shalat fardu secara berjamaah akan memperoleh ganjaran yang sepadan dengan ibadah haji.

Ketiga, berangkat ke masjid untuk kebaikan. Orang yang pergi menuju masjid untuk belajar atau mengajarkan kebaikan akan menuai pahala yang serupa dengan ibadah haji. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ غَدَا إِلىَ الْمَسْجِدِ لَا يُرِيْدُ إِلاَّ أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْراً أَوْ يُعَلِّمَهُ كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍ تَاماً حَجَّتُهُ

Artinya: “Siapa saja yang berangkat ke masjid, yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkan kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya.” (HR. at-Thabrani).

Hadirin yang dirahmati Allah,

Abu Yazid al-Busthami pernah menunaikan haji hingga tiga kali, dan setiap perjalanan memberinya pengalaman spiritual yang berbeda. Ia bersaksi: “Pada haji pertama, aku melihat Ka’bah, tetapi tidak melihat Zat Pemilik Ka’bah. Pada haji kedua, aku melihat Pemilik-Nya, tetapi Ka’bah lenyap dari pandanganku. Pada haji ketiga, aku sudah tidak mampu lagi melihat apa pun—hanya fana dalam keagungan-Nya.”

Dari kisah Abu Yazid ini, kita dapat mengambil pelajaran bahwa Allah ada di mana-mana. Untuk menyembah-Nya tidak harus selalu datang ke Ka’bah melalui ibadah haji, sebab banyak ibadah lain yang bisa dilakukan di tanah kelahiran sendiri yang nilai pahalanya sangat besar.

Semoga Allah SWT memampukan kita melangkah ke masjid sebagai haji, menjalankan shalat sebagai umrah, dan menjadikan hidup kita sebagai ibadah yang diterima di sisi-Nya. Amin ya rabbal ‘alamin.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ . نَاصِرِ الْمُؤْمِنِيْنَ. وَمُخْزِي الْكَفَرَةِ وَالظَّالِمِيْنَ . أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ مُجْزِلُ ثَوَابِ الصَّابِرِيْنَ . وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ قَائِدُ الْمُتَّقِيْنَ. اَللّٰهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَفْضَلِ الْخَلْقِ أَجْمَعِيْنَ . وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ . أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ ! اِتَّقُوا اللهَ وَتَمَسَّكُوْا بِدِيْنِهِ الْقَوِيْمِ . وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالْاِعْتِصَامِ بِحَبْلِهِ الْمَتِيْنِ فَأَطِيْعُوْهُ . وَنَهَاكُمْ عَنِ التَّفَرُّقِ فَاحْذَرُوْهُ . فَقَالَ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ قَائِل: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَٰأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ . اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ . اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيِ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا إِنْدُونِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً , يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ . رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ . رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Klik ikon printer di bawah teks ini untuk mencetak atau download naskah khutbah nya.
BACA JUGA:  Naskah khutbah lainnya di kolom KHUTBAH.