PURWOKERTO, nubanyumas.com – Yayasan Al-Ittihaad Darussa’adah Pasir Kidul, Purwokerto Barat, menggelar peringatan Haul ke-45 Masyayikh Al-Ittihaad pada Ahad (19/4/2026). Momentum ini menjadi ajang refleksi untuk memperkuat semangat pengabdian dan melanjutkan nilai-nilai perjuangan para tokoh pendiri pesantren.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-30 Pondok Pesantren Al-Ittihaad serta Walimatus Safar Lil-Hajj bagi calon jamaah haji dari Pasir Kidul.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ittihaad, KH Munghi Labib, menegaskan bahwa haul bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sarana penting untuk menjaga ketersambungan sejarah dan nilai antara generasi pendahulu dengan santri masa kini.
“Momentum ini menjadi sarana untuk mengenang jasa dan perjuangan para masyayikh, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan semangat dalam melanjutkan nilai-nilai perjuangan dan pengabdian,” kata Kiai yang juga menjabat sebagai Rais Syuriah PCNU Banyumas itu.
Ia menambahkan, di usia pesantren yang telah mencapai tiga dekade, tantangan dalam menjaga tradisi keilmuan semakin dinamis. Oleh karena itu, meneladani keteguhan para masyayikh menjadi kunci agar pesantren tetap konsisten dalam jalur khidmah kepada umat.
Puncak acara haul tersebut diisi dengan pengajian akbar yang menghadirkan KH Muhammad Zamin Ahmad Ma’Shom, Pengasuh Pondok Pesantren Kauman Lasem, Rembang.
Hadir dalam acara tersebut para tokoh ulama, pengurus NU setempat, alumni, serta ribuan warga dari berbagai wilayah di Banyumas. Selain doa bersama untuk para masyayikh dan khataman santri putra putri rangkaian acara ditutup dengan prosesi pelepasan calon haji (walimatus safar) dari 7 jamaah haji dari pasir kidul.
(H Ahyar)












