PURWOKERTO, nubanyumas.com – Memasuki sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan, umat Islam diajak untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Banyumas, Dukha Ngabdul Wasih, yang menilai fase akhir Ramadhan memiliki makna spiritual yang sangat dalam bagi umat Islam.
Menurut politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut, sepuluh hari terakhir Ramadhan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk mengejar keberkahan malam Lailatul Qadar, malam yang diyakini lebih baik dari seribu bulan.
“Di fase ini umat Islam diajak memperbanyak ibadah, memperkuat hubungan dengan Allah atau habluminallah, karena ada momentum besar bernama Lailatul Qadar,” ujar DNW, sapaan akrab Dukha Ngabdul Wash.
Namun, DNW yang juga menjabat Ketua organisasi kader Panji Bangsa Banyumas menegaskan bahwa Ramadhan tidak hanya berbicara tentang spiritualitas personal. Ada dimensi sosial yang sama pentingnya, salah satunya melalui kewajiban menunaikan Zakat Fitrah.
Menurutnya, zakat fitrah menjadi simbol kepedulian sosial agar kebahagiaan hari raya bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan.
“Zakat fitrah mengajarkan kita memastikan ada bagian orang lain dari apa yang kita miliki. Itulah bentuk habluminannas, hubungan baik dengan sesama manusia,” katanya.
DNW menjelaskan bahwa keseimbangan antara ibadah spiritual dan kepedulian sosial inilah yang menjadi inti dari pendidikan Ramadhan bagi setiap Muslim.
Ketika seseorang mampu menundukkan ego, meningkatkan ibadah, sekaligus berbagi kepada sesama, maka ia sedang berkompetisi dengan dirinya sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
“Kalau dua hal itu berjalan seimbang, habluminallah kuat dan habluminannas juga terjaga, maka di situlah seorang Muslim benar-benar siap meraih kemenangan yang kita sebut dengan Idul Fitri,” pungkasnya.
editor : djito el fateh












