SOKARAJA, nubanyumas.com – SD NU Master Sokaraja terus menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter peserta didik melalui pelatihan yang menanamkan nilai-nilai budaya Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara istiqamah sebagai bagian dari pendidikan soft skill yang menyatu dengan proses pembelajaran di sekolah.
Sekolah dasar yang didirikan oleh H. Trisno Hartowo ini menempatkan penguatan karakter sebagai fondasi utama pendidikan. Melalui pembiasaan tradisi ke-NU-an, siswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga sikap, etika, dan kepekaan sosial sejak usia dini.
Pelatih sekaligus guru, Harris M., S.Pd.I., menjelaskan bahwa pendidikan soft skill menjadi kunci dalam menyiapkan generasi yang berkepribadian kuat dan berakhlak. Menurutnya, nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah mengajarkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.
“Anak-anak perlu dibiasakan bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki adab, tanggung jawab, dan kecintaan pada tradisi Islam yang moderat. Di situlah letak pentingnya soft skill,” ujar Harris.
Ia menambahkan, melalui pelatihan rutin tersebut, siswa dilatih untuk disiplin, percaya diri, mampu bekerja sama, serta menghormati guru dan sesama teman. Nilai-nilai ini diyakini akan menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.
Harris menegaskan, pendidikan berbasis soft skill yang ditanamkan sejak sekolah dasar akan membentuk karakter anak secara berkelanjutan. Dengan fondasi Aswaja An-Nahdliyah, SD NU Master Sokaraja berharap mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, dan berbudaya.
editor : akhyar













