Muslimat Banyumas; Emak-emak Hebat, Penebar Manfaat, Tembus 18 Ribu Kader!

2
235
Ketua PC Muslimat NU Banyumas, Hj. Laely Manshur. (istimewa)

Pimpinan Cabang Muslimat NU Banyumas

MUSLIMAT memiliki begitu banyak kegiatan dan aktif. Mulai dari harian, mingguan, selapanan. Mulai lingkungan terkecil di keluarga, anak ranting (kelompok), ranting (desa), anak cabang (kecamatan) hingga cabang (kabupaten).

“Jangan salah, kegiatan kita banyak sekali. Kalau yang tidak tahu, dikira begitu-begitu saja kegiatannya. Saking banyaknya dan sudah mendarah daging, jadi tidak banyak ngomong. Fokus produktif berkegiatan,” kata Ketua PC Muslimat NU Banyumas, Hj. Laely Manshur.

Emak-emak kader Muslimat Nahdlatul Ulama memang bukan kaleng-kaleng. Bayangkan saja. Selain menjadi ibu rumah tangga yang produktif, juga kader yang terus berbagi manfaat. Tidak berlebihan, jika Muslimat adalah gambaran perempuan hebat, penebar manfaat. Kalau sekarang ada istilah populer multitasking, Muslimat sudah mengamalkannya jauh-jauh hari.

Ragam kegiatannya mulai dari keagamaan, sosial, pendidikan, ekonomi mikro dan ibadah. Termasuk menjadi mitra strategis stakeholder dan pemerintah dalam beragam program. Khususnya, kegiatan yang melibatkan langsung dan dirasakan masyarakat luas.

Seperti disampaikan Ketua Bidang Sosial Budaya dan Lingk Hidup, Hj. Khasanatul Mufidah. “Kader muslimat itu begitu kompak. Misalnya dalam kegiatan sosial; membantu warga kurang mampu, korban bencana. Insyaallah, layaknya karakter ‘ibu’, kami hadir bersama masyarakat khususnya nahdliyin,” katanya.

Digitalisasi

Selain sebagai organisasi yang struktural, jumlah muslimat yang mencapai 18.000 kader juga jadi catatan sendiri. Betapa kuantitas tersebut menjadi modal besar sukses memberi dampak bagi sesama. Apalagi, muslimat keberadannya sampai level paling kecil setingkat RW.

Menarik juga bagaimana Muslimat yang tidak lagi muda secara umur terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Terbaru, dalam menghadapi pandemi, Muslimat tidak mau menyerah dan terus berbagi manfaat khususnya dengan kader. Mulai dari membiasakan komunikasi dan meeting dengan teknologi semisal zoom meeting sampai diklat ‘menulis berita’ untuk laporan kegiatan dan support website nubanyumas.com.

Untuk bidang ekonomi dan pemberdayaan, Muslimat mendapat kepercayaan dari Kementerian Ketenagakerjaan RI. Seperti pelatihan tata usaha boga. Secara mandiri, Muslimat juga bekerjasama dengan Baznas misalnya bantuan modal dan pembinaan UMKM. Seperti diketahui, begitu banyak perempuan yang aktif mandiri menjalankan usaha rumahan.

Musim pandemi, Muslimat juga berperan aktif sosialisasi ‘Melawan Covid-19’ kepada masyarakat. Dengan seluruh jaringan yang ada, bergerak agar kondisi ini disikapi dengan cerdas dan tidak putus asa. Kegiatan rutin seperti doa bersama dan kirim doa juga tidak ketinggalan menjadi ruh segala kegiatan.

Ibumu, istrimu, Tetanggamu, sudah ikut Muslimat?

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here