Beranda Warta

MTs Ma’arif NU 1 Jatilawang Bekali Guru dan Karyawan Keterampilan Desain Grafis dan Editing Video

MTs Ma’arif NU 1 Jatilawang Bekali Guru dan Karyawan Keterampilan Desain Grafis dan Editing Video
MTs Ma’arif NU 1 Jatilawang Bekali Guru dan Karyawan Keterampilan Desain Grafis dan Editing Video

JATILAWANG, nubanyumas.com – MTs Ma’arif NU 1 Jatilawang membekali guru dan karyawan dengan keterampilan desain grafis dan editing video melalui Workshop Literasi Digital dan Aplikasi Magis Tahun Ajaran 2026–2027, Senin (21/9/2026).

Workshop bertajuk “Dari Paham Media Sampai Mampu Berkarya” tersebut berlangsung di Laboratorium Komputer MTs Ma’arif NU 1 Jatilawang. Peserta mengikuti materi sekaligus praktik desain grafis menggunakan Canva dan editing video menggunakan CapCut.

Kegiatan menghadirkan Direktur NU Online Banyumas Djito El Fateh dan Founder Instagram Info Purwokerto Irfan Bahtiar dan Edi Aprilianto TIM IT Baznas Banyumas sebagai pemateri dan pelatih.

Kepala MTs Ma’arif NU 1 Jatilawang, Nurdin, mengatakan workshop tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan keterampilan literasi digital guru dan karyawan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin guru dan karyawan tidak hanya memahami media digital, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menghasilkan karya,” kata Nurdin.

Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya menerima materi mengenai penggunaan media digital, tetapi juga langsung mengikuti praktik pembuatan konten.

Djito El Fateh memberikan materi dan praktik desain grafis menggunakan Canva. Peserta diperkenalkan dengan berbagai fitur dasar Canva dan kemudian diarahkan untuk menerapkannya dalam pembuatan desain.

Sementara itu, Irfan Bahtiar memberikan materi editing video menggunakan CapCut. Peserta mengikuti praktik pengolahan video dengan memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia dalam aplikasi tersebut.

Djito menekankan pentingnya konsistensi setelah peserta memahami dasar-dasar desain grafis dan pengolahan konten digital. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh dalam workshop perlu terus dipraktikkan agar berkembang.

“Setelah memahami dasar-dasarnya, yang paling penting adalah konsisten berlatih dan berkarya. Jangan berhenti setelah workshop ini selesai, tetapi terus mencoba agar keterampilan yang didapat semakin berkembang,” ujar Djito.

Ia juga mengajak guru dan karyawan untuk konsisten menulis dan mempublikasikan berbagai kegiatan sekolah melalui media online maupun media sosial.

“Jangan berhenti hanya belajar desain dan editing. Kegiatan dan prestasi sekolah juga perlu terus ditulis dan dipublikasikan melalui media online atau media sosial. Dengan begitu, sekolah bisa semakin dikenal dan eksis di dunia digital,” ujar Djito.

(H Ahyar)