Beranda Warta

Maulid Nabi di Ponpes At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia, Gus Anam Lanjutkan Tradisi Kajian Kitab Barzanji

BANYUMAS, nubanyumas.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ di Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia, Leler, Randegan, Kebasen, Banyumas, kembali diisi dengan tradisi kajian kitab maulid. Pengasuh pesantren, KH. Zuhrul Anam Hisyam, membuka rangkaian kajian Maulid dengan membaca dan mengkaji Maulid Barzanji di aula pesantren, Senin (17/8/2026).

Kajian tersebut bukan sekadar pembacaan shalawat, tetapi menjadi ruang bagi para santri untuk memahami kandungan bahasa, makna, serta pujian kepada Nabi Muhammad ﷺ yang terdapat dalam kitab Barzanji. Gus Anam membaca teks sekaligus menjelaskan maknanya secara rinci, termasuk aspek kebahasaan yang terdapat dalam bait-bait awal kitab.

Salah satunya ketika menjelaskan bait السلام عليك # يا مسكي وطيبي. Gus Anam menerangkan bahwa ungkapan مسكي dan طيبي merupakan majaz isti’arah, yakni perumpamaan yang dibangun atas keserupaan makna. Menurutnya, penyifatan Nabi Muhammad ﷺ dengan wewangian tidak hanya menggambarkan keharuman secara lahiriah, tetapi juga kemuliaan dan keharuman akhlak beliau.

Selain mengkaji Barzanji, Gus Anam turut menjelaskan sejumlah ayat Al-Qur’an yang lazim ditemukan dalam kitab-kitab maulid. Salah satunya QS At-Taubah ayat 128 yang menggambarkan kasih sayang Rasulullah ﷺ kepada umatnya. Ayat tersebut, menurutnya, memperlihatkan tiga sifat utama Nabi, yakni berat melihat penderitaan umat, sangat menginginkan keselamatan umat, serta penyayang kepada orang-orang beriman.

Gus Anam kemudian mengingatkan para santri mengenai salah satu amalan yang dikenal di kalangan ulama terkait ayat tersebut. Ia menganjurkan pembacaan QS At-Taubah ayat 128 sebanyak tujuh kali pada pagi dan sore sebagai ikhtiar memohon perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT.

“Baca ayat ini sebanyak tujuh kali ketika pagi, maka usiamu akan dipanjangkan sampai sore. Jika dibaca tujuh kali ketika sore, maka usiamu akan dipanjangkan hingga pagi lagi,” ujar Gus Anam saat menjelaskan kepada para santri.

Dalam kajiannya, Gus Anam juga menggambarkan kasih sayang Nabi kepada umat seperti kasih sayang orang tua kepada anaknya. Ketika seorang anak menderita, orang tua ikut merasakan kesedihan. Demikian pula Rasulullah ﷺ yang digambarkan dalam Al-Qur’an sangat berat melihat penderitaan umatnya dan sangat menginginkan keselamatan mereka.

Penjelasan tersebut kemudian dikaitkan dengan hadis tentang syafaat Nabi Muhammad ﷺ, إن شفاعتي تلحق كل مؤمن yang bermakna bahwa syafaat Rasulullah ﷺ mencakup setiap orang mukmin. Kajian itu sekaligus mengajak para santri agar tidak berhenti pada pembacaan teks maulid, tetapi memahami pesan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ dan meneladaninya dalam kehidupan.

Bagi keluarga besar At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia, kajian Barzanji juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi keilmuan yang telah diwariskan pendiri pesantren, KH. Hisyam Zuhdi. Tradisi mengaji kitab-kitab maulid pada bulan Rabiul Awal tersebut terus dilestarikan sebagai ikhtiar memperoleh keberkahan Rasulullah ﷺ.

“Sudah menjadi tradisi dari Mbah Hisyam setiap bulan Maulid itu ngaji Barzanji dan kitab-kitab maulid yang lain, dengan harapan kita mendapatkan keberkahan Rasulullah ﷺ dan kesalahan kita diampuni oleh Allah,” tutur Gus Anam.

Penulis: Mujiburrohman