Khutbah Jumat: Isra Mi’raj dan Pelajaran Keimanan dari Abu Bakar

Khutbah Jumat: Isra Mi’raj dan Pelajaran Keimanan dari Abu Bakar

Peristiwa Isra Mi’raj bukan hanya menjadi mukjizat agung bagi Nabi Muhammad SAW, tetapi juga ujian besar bagi keimanan umat, terutama ketika banyak orang meragukannya. Di tengah kegaduhan itu, Abū Bakar Ash-Shiddīq tampil sebagai teladan keyakinan yang teguh, membenarkan segala yang disampaikan Nabi tanpa ragu sedikit pun. Khutbah Jumat berjudul Isra Mi’raj dan Pelajaran Keimanan dari Abu Bakar ini mengajak kita meneladani keteguhan iman Abū Bakar dan menjadikan momentum bulan Rajab sebagai sarana memperkuat keyakinan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya di tengah derasnya keraguan zaman modern.

Khutbah Jumat: Isra Mi’raj dan Pelajaran Keimanan dari Abu Bakar
Oleh : Muhammad Shodiq ma’mun, S.Sos

Khutbah I

الحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدَ الشَّاكِرِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ إِلَٰهُ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ خِيَرَةُ الْمُخْتَرِينَ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.
قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ:
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوْا وَجَاهَدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الصّٰدِقُوْنَ

Ma’asyiral hadirin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya sekaligus menjauhi larangan-Nya. Hanya dengan itulah kita akan selamat di dunia fana maupun akhirat abadi.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Isra Mi’raj merupakan mukjizat supranatural yang melampaui batas akal manusia: Nabi Muhammad SAW menempuh ribuan kilometer dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dalam semalam, bahkan naik ke langit tujuh, melewati alam mulk, alam jabarut, alam malakut, alam gaib, hingga alam izzah—dimensi yang tak sanggup dipahami oleh logika empirik kita.

Dalam hadits riwayat ‘Aisyah RA, ketika Nabi SAW telah menyelesaikan perjalanan Isra Mi’raj, keesokan harinya kabarnya menyebar luas di Madinah. Sebagian mukmin langsung beriman penuh, tetapi ada pula yang ragu hingga murtad karena merasa mustahil manusia bisa bepergian sejauh itu dalam semalam. Mereka mendatangi Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dan berkata, “Wahai Abu Bakar, bagaimana pendapatmu tentang sahabatmu yang mengaku diisra’kan dalam waktu semalam ke Baitul Maqdis?”

Abu Bakar menjawab dengan penuh keyakinan, “Dia benar-benar mengatakan itu?” Mereka pun menjawab, “Ya.” Lantas Abu Bakar berkata tegas, “Jika dia mengatakan demikian, maka sungguh dia telah berkata benar.”

Mereka bertanya lagi, “Apakah engkau benar-benar mempercayainya, bahwa dia pergi dalam semalam ke Baitul Maqdis dan kembali sebelum subuh?” Jawaban Abu Bakar ternyata di luar dugaan, mencerminkan kedalaman iman siddiqiyyah:

نَعَمْ، إِنَّنِي لَأُصَدِّقُهُ فِيمَا هُوَ أَبْعَدُ مِنْ ذَلِكَ

“Ya, aku percaya. Bahkan hal yang lebih mustahil daripada itu sekalipun, aku mempercayainya.”

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Sungguh keimanan Abu Bakar tidak ada yang dapat menandinginya. Dalam sebuah riwayat disebutkan:

لَوْ وَزِنَ إِيمَانُ أَبِي بَكْرٍ بِإِيمَانِ أَهْلِ الْأَرْضِ لَرَجَّحَتْ كَفَّةُ أَبِي بَكْرٍ

“Seandainya keimanan Abu Bakar ditimbang dengan keimanan penduduk bumi, maka timbangan beliau lebih berat.”

Dari penjelasan di atas, ibrah mendalam yang dapat kita ambil adalah: mari napak tilas jejak Abu Bakar. Jadikan bulan Rajab sebagai momen sakral untuk memperkuat keimanan kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, agar tak tergoyahkan oleh keraguan modern.

Kini Nabi telah tiada dan kita tidak hidup di zamannya. Maka pedoman abadi kita adalah warisannya: Al-Qur’an dan As-Sunnah, yang menjamin keselamatan hingga tujuan akhirat. Sebagaimana sabda Nabi SAW:

تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُمَا مَا تَعْتَصِمْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ رَسُولِهِ

Artinya: “Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selama kalian berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya.” (HR. Malik)

Mari kuatkan iman kita sebagaimana Abu Bakar yang tak tergoyahkan oleh keraguan akal. Jadikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai kompas hidup yang tetap, panduan pasti melewati lautan dunia yang fana menuju pelabuhan akhirat yang abadi dan mulia.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِلُزُوْمِ اْلجَمَاعَةِ، وَنَهَانَا عَنِ اْلاِخْتِلَافِ وَالتَّفَرُّقَةِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى نَبِيِّ الرَّحْمَةِ، وَعَلٰى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ هُدَاةِ الْأُمَّةِ، أَمَّا بَعْدُ.

فَيَا أَيُّهَا اْلمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ.
وَقَالَ اللهُ تَعَالَى: أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ،
إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، وَارْزُقْنَا وَإِيَّاهُمْ زِيَادَةَ التَّقْوَى وَالْإِيْمَانِ.

اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوءَ الْفِتَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيسِيَّا خَاصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

عِبَادَ اللهِ،
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ.
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Klik Logo Print Untuk Download Naskah Khutbah Jumat