Beranda Warta

Perkuat Citra Pesantren di Medsos, 50 Santri Banyumas Ikuti Pelatihan Jurnalistik dan Digital

Perkuat Citra Pesantren di Medsos, 50 Santari Banyumas Ikuti Pelatihan Jurnalistik dan Digital
Perkuat Citra Pesantren di Medsos, 50 Santari Banyumas Ikuti Pelatihan Jurnalistik dan Digital

​PURWOKERTO, nubanyumas.com – Sebanyak 50 santri utusan dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Banyumas mengikuti Pelatihan Media Digital Santri Pondok Pesantren. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan digital santri guna menghadapi arus disrupsi informasi serta memperkuat dakwah pesantren di dunia maya.

​Pelatihan ini diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Banyumas dan UPZ Kemenag Banyumas. Kegiatan digelar di Aula MAN 2 Banyumas dan berlangsung selama dua hari, mulai Selasa hingga Rabu (21–22/07/2026).

​Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudin, dalam sambutannya mengutip Surat Al-Isra’ ayat 14: “Kafaa binafsikal yauma ‘alaika hasiibaa” (Cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas amal dirimu).

​Menurut Ibnu, ayat tersebut menjadi pengingat mengenai pentingnya muhasabah atau introspeksi diri terkait tanggung jawab di ruang digital. “Setiap individu bertanggung jawab penuh atas apa yang diunggah dan disebarkannya. Pada akhirnya, nurani serta catatan amal diri sendiri yang akan menjadi saksi paling adil tanpa bisa dielakkan,” kata Ibnu.

​Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi PD Pontren) Kemenag Banyumas sekaligus ketua panitia, Faisal Reza, menyampaikan bahwa pelatihan ini diisi oleh narasumber dari Tim Media PCNU Kabupaten Banyumas dan BAZNAS Banyumas. Selama dua hari, peserta menerima materi teknis dan praktis terkait pengelolaan media digital.

​Faisal menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah untuk membekali santri agar mampu merespons penyebaran hoaks di era digital. “Melalui pelatihan ini, diharapkan pesantren mampu menguasai media digital. Jika pesantren hadir dan aktif di ruang digital dengan konten-konten positif, masyarakat akan semakin mengenal, memahami, dan mencintai pesantren,” ungkapnya.

​Di sisi lain, Ketua BAZNAS Kabupaten Banyumas, Khasanah Mufidah, menyatakan dukungan lembaganya terhadap pengembangan talenta digital santri di Banyumas. Ia menggunakan istilah Santri DIGDAYA untuk menggambarkan santri yang siap dipanggil negara dan siap menjadi apa saja tanpa meninggalkan jati diri kesantriannya.

​Khasanah juga menginformasikan bahwa 50 persen penyaluran dana zakat BAZNAS Banyumas saat ini dialokasikan untuk program-program produktif berbasis digitalisasi. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan tata kelola media sosial lembaganya telah menerima kunjungan studi dari berbagai kabupaten di luar Pulau Jawa.

​”Mari kita bergerak bersama untuk terus mengamplifikasi program-program kebaikan dan mengglorifikasi prestasi-prestasi pesantren ke khalayak yang lebih luas,” tutup Khasanah.

(Ahyar)