BANYUMAS, nubanyumas.com – Semangat berbagi di bulan Muharram diwujudkan Pimpinan Ranting Muslimat NU dan Fatayat NU Tunjung Kidul, Kecamatan Jatilawang, dengan menggelar Pengajian Ahad Manis yang dirangkai dengan santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa, Ahad (28/6/2026), di Masjid Sabilul Muhtadin, Grumbul Karangbenda.
Mengusung tema “Bulan Muharram Bulan yang Berkah untuk Beramal”, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat syiar Islam sekaligus meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ketua Muslimat NU Ranting Tunjung Kidul, Nyai Purwati Karim, mengatakan pengajian rutin tersebut akan terus dilaksanakan secara istiqamah sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwarga Muslimat dan Fatayat NU. Menurutnya, kegiatan itu juga menjadi ruang untuk menumbuhkan semangat berbagi melalui santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.
“Momentum Muharram mengajarkan kita untuk memperbanyak amal kebajikan. Karena itu, pengajian ini kami padukan dengan santunan sebagai bentuk kepedulian kepada sesama, sekaligus mempererat ukhuwah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, santunan diserahkan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim, disaksikan ratusan jamaah yang hadir. Selain berbagi, para peserta juga mengikuti semaan Al-Qur’an dan tausiyah keagamaan.
Dalam ceramahnya, KH. Luqman Hakim Al Hafidz mengajak jamaah menjadikan bulan Muharram sebagai momentum memperkuat keimanan dan memperbanyak amal saleh. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah serta terus menghidupkan tradisi pengajian sebagai bagian dari syiar Ahlussunnah wal Jamaah.
“Jangan pernah lelah menghadiri majelis ilmu dan menjaga persaudaraan. Dari sinilah keberkahan hidup akan tumbuh, baik bagi pribadi maupun masyarakat,” pesannya.
Melalui kegiatan tersebut, Muslimat dan Fatayat NU Tunjung Kidul berharap semangat berbagi dan kebersamaan di bulan Muharram dapat terus menginspirasi masyarakat untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus menjaga tradisi keagamaan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Kontributor : Edi Antoro















