Beranda Warta

Konsisten Rawat Tradisi Salaf, Pesantren Misbahul Falah Jatilawang Wisuda Puluhan Santri Khatimul Qur’an

JATILAWANG, nubanyumas.com – Pondok Pesantren (PP) Misbahul Falah Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas menggelar Ceremony Haflah Akhirussanah dan Khatmil Qur’an Juz 30 Bil Ghaib tahun 1448 Hijriah. Acara tersebut berlangsung pada malam Sabtu (20/6/2026) di pesantren setempat dengan dihadiri oleh ratusan wali santri, tokoh masyarakat, serta jajaran masyaikh.

Pengasuh PP Misbahul Falah, K.H. Maulana Ahmad Hasan, M.Pd., menjelaskan perkembangan pesantren sejak awal berdiri hingga memasuki usia keenam tahun. Ia menegaskan lembaga ini tetap konsisten menerapkan metode pembelajaran kitab-kitab salaf (kutubus salaf).

“Santri di sini dididik untuk memiliki jiwa yang mandiri, kuat, dan bermental baja. Kami menekankan agar ibadah wajib seperti salat berjamaah lima waktu menjadi fondasi utama,” kata K.H. Maulana Ahmad Hasan dalam sambutannya.

Menurutnya, seluruh santri yang belajar di PP Misbahul Falah memiliki ketersambungan sanad keilmuan dengan para masyayikh dari pesantren-pesantren sepuh, salah satunya Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri.

Sementara itu, Ketua Panitia Ustaz Muhammad Lukman menyampaikan seluruh petugas acara digerakkan secara mandiri oleh santri mukim. Petugas yang terlibat mulai dari pembawa acara (MC), pembaca ayat suci Al-Qur’an, hingga pengisi pentas kreasi seni.

“Semua yang tampil malam ini adalah produk lokal asli didikan pesantren, tidak ada yang mendatangkan dari luar,” ujar Ustaz Lukman. Perwakilan santri, Muhammad Nazilul Umam, juga menyampaikan rasa syukur atas proses belajar tradisi lalaran kitab kuning yang mereka jalani.

Dalam sesi mauidzah hasanah, Pengasuh PP Tanbihul Ghafilin Banjarnegara, K.H. Hakim Annaisaburi, L.C., mengingatkan pentingnya aspek akhlak dalam pendidikan anak.

“Banyak orang pintar di luar sana, tetapi pintar saja tidak cukup jika tidak benar akhlaknya. Di PP Misbahul Falah, anak-anak tidak hanya diajarkan ilmu, tetapi dibentuk agar memiliki akidah yang lurus, syariat yang kuat, serta akhlak dan adab,” tutur K.H. Hakim Annaisaburi.

Acara ditutup dengan doa oleh Pengasuh PP Al Falah Mangunsari, K.H. Ahmad Sobri. Dalam pesannya, ia meminta wali santri untuk terus mendukung keberlanjutan pendidikan agama anak-anak mereka.

“Setelah menyelesaikan tahapan di sini, jangan cepat puas. Mugi-mugi para santri saged melanjutkan tabarukan ke pondok-pondok pesantren yang lebih sepuh seperti Ploso, Lirboyo, atau Sarang,” pungkas K.H. Ahmad Sobri.

(H Ahyar)