BANYUMAS, nubanyumas.com – Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan (PC LP) Ma’arif NU Kabupaten Banyumas memperkuat komitmennya dalam mencerdaskan anak bangsa. Sebagai lembaga yang memiliki basis kuat di wilayah perdesaan, Ma’arif NU terus menjadi garda terdepan dalam memastikan akses pendidikan yang merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Banyumas.
Berdasarkan data profil lembaga terbaru, LP Ma’arif NU Banyumas kini menaungi total 208 satuan pendidikan yang tersebar di berbagai tingkatan. Jumlah ini terdiri dari 137 Madrasah Ibtidaiyah (MI)/SD, 51 Madrasah Tsanawiyah (MTs)/SMP, serta 20 SMA/MA/SMK. Kehadiran ratusan sekolah ini membuktikan bahwa Ma’arif NU hadir menjamah hampir seluruh pelosok desa di wilayah Banyumas untuk memberikan layanan pendidikan berkualitas.
Ketua PC LP Ma’arif NU Banyumas, Dr. Edi Sungkowo, menyampaikan bahwa fokus utama lembaga yang dipimpinnya adalah memberikan kesempatan belajar bagi seluruh anak, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, keberadaan sekolah-sekolah Ma’arif di desa-desa strategis sangat membantu memutus rantai putus sekolah akibat kendala geografis maupun ekonomi.
“Semangat Hardiknas bagi kami adalah semangat pengabdian. LP Ma’arif NU berkomitmen penuh untuk mendidik anak bangsa tanpa terkecuali. Kami hadir di desa-desa untuk memastikan bahwa anak-anak dari keluarga tidak mampu tetap bisa mendapatkan pendidikan yang layak, religius, dan berkarakter aswaja,” ujar
Dr. Edi Sungkowo dalam keterangannya.
Besarnya kepercayaan masyarakat tercermin dari jumlah siswa yang sangat fantastis, yakni mencapai 50.359 anak. Rinciannya, terdapat 25.386 siswa di jenjang MI/SD, 14.196 siswa di jenjang MTs/SMP, dan 10.777 siswa di tingkat pendidikan menengah atas. Angka ini menunjukkan bahwa LP Ma’arif NU memegang peran vital dalam mencetak generasi penerus di Kabupaten Banyumas.Selain fokus pada kuantitas siswa, Dr. Edi juga menekankan pentingnya peran pendidik dan tenaga kependidikan. Saat ini, terdapat 4.090 pejuang pendidikan di lingkungan Ma’arif Banyumas, yang terdiri dari guru bersertifikasi, ASN, hingga tenaga kependidikan lainnya. Mereka semua bersinergi untuk menciptakan ekosistem sekolah yang unggul dan inklusif di setiap tingkatan pendidikan.
Menyongsong Hardiknas, Dr. Edi mengajak seluruh komponen pendidikan di bawah naungan Ma’arif untuk terus berinovasi. Ia berharap, tantangan pendidikan di era digital tidak melunturkan jati diri madrasah yang mengedepankan akhlakul karimah. Bagi Ma’arif, kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari angka-angka statistik, melainkan sejauh mana manfaat yang dirasakan oleh masyarakat desa.
“Data puluhan ribu siswa dan ratusan sekolah ini adalah amanah besar. Kami akan terus bergerak maju, meningkatkan fasilitas, dan memastikan bahwa sekolah Ma’arif tetap menjadi pilihan utama bagi warga Banyumas yang menginginkan pendidikan berkualitas dengan nilai-nilai lokal yang kuat,” pungkas Dr. Edi Sungkowo menutup pernyataannya.
editor : djito el fateh












