Zaman boleh berubah. Kanal informasi agama juga bergeser. Namun, kharisma para ulama di atas mimbar tetap memiliki tempat spesial di hati jamaah. Bicara soal pendakwah, mungkin banyak yang bertanya-tanya: siapa saja penceramah asli Banyumas yang benar-benar kondang?
Pasti belum banyak yang tahu, karena sebagian besar dari mereka lebih memilih berdakwah dalam sunyi daripada sekadar mengejar eksposure media. Redaksi nubanyumas.com membuat laporan khusus mengenai lima penceramah kondang asal Banyumas yang sudah puluhan tahun malang melintang dari satu mimbar ke mimbar lainnya. Tidak hanya di Jawa, kiprah mereka sampai ke luar pulau dengan jadwal pengajian yang mengantre hingga berbilang tahun.
Siapa saja mereka? Berikut ulasannya:
5 Penceramah Terkenal Asli Banyumas
1. KH Zuhrul Anam Hisyam (Gus Anam)
Leler, Randegan, Banyumas
Siapa yang tidak kenal dengan Gus Anam? Beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy, Leler. Sebagai menantu dari ulama legendaris KH Maimun Zubair (Mbah Moen), Gus Anam mewarisi kedalaman ilmu fiqih dan tasawuf yang luar biasa. Gaya ceramahnya menyejukkan dan sangat berbobot, namun tetap mampu menyentuh logika berbagai kalangan jamaah.
2. Kiai Sobirin
Locondong, Rawalo, Banyumas
Kiai Sobirin adalah representasi dakwah yang menyatu dengan rakyat. Alumnus Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin, Kesugihan (asuhan almarhum almaghfurlah Mbah Kiai Mustolih Badawi) ini merupakan pendiri sekaligus pengasuh Ponpes Al-Mujahidin, Locondong.
Jadwal pengajiannya lebih banyak di pelosok desa-desa karena gaya bahasanya yang jenaka, menghibur, tidak menggurui, tapi sangat menginspirasi. Beliau adalah “magnet” bagi masyarakat akar rumput yang merindukan siraman rohani dengan balutan humor khas Banyumasan.
3. KH Taefur Arofat
Karangsuci, Purwokerto
Nama KH Taefur Arofat adalah jaminan kesejukan dakwah di perkotaan maupun birokrasi. Saat ini beliau menjabat sebagai Ketua MUI Banyumas, Wakil Rais Syuriyah PCNU Banyumas. Pengalaman beliau sangat matang, mulai dari Ketua PCNU Banyumas dua periode hingga pernah menjabat sebagai Kabag Kesra dan Kepala Balai Diklat Banyumas. Gaya ceramahnya yang “Sersan” (Serius tapi Santai) menjadikan beliau diterima di semua lini, mulai dari pelosok desa hingga kursi pemerintahan.
4. Kiai Rudi Fathurrohman
Kranggan, Pekuncen, Banyumas
Kiai Rudi Fathurrohman dikenal sebagai orator yang handal dari wilayah Banyumas bagian barat. Kemampuannya mengolah kata dan menyampaikan dalil-dalil agama dengan bahasa yang komunikatif membuat jamaah tidak merasa bosan. Pesan-pesan dakwah yang disampaikan selalu relevan dengan dinamika sosial masyarakat saat ini.
5. KH Hadidul Fahmi (Gus Fahmi)
Leler, Randegan, Banyumas
Melengkapi daftar ini, masih dari keluarga besar Pesantren Leler, ada KH Hadidul Fahmi atau yang akrab disapa Gus Fahmi. Beliau merupakan salah satu penceramah muda yang sangat potensial. Materi ceramahnya yang relevan dengan tantangan zaman modern membuat beliau sangat digemari oleh generasi muda.
Kehadiran para tokoh penceramah ini membuktikan bahwa Banyumas adalah tanah yang subur akan lahirnya para dai, pejuang syiar Islam yang ramah dan moderat. Tentu masih banyak mutiara hikmah lainnya yang tersebar di berbagai sudut di Banyumas Raya ini.
Siapa penceramah favorit mu yang belum masuk daftar ini? Tulis di kolom komentar, ya!












