Beranda Warta

Seminar Literasi Digital dan UU ITE di Banyumas, LBH Ansor Dorong Kesadaran Hukum Santri

Ketua LBH Ansor Banyumas, Abrori berfoto bersama Pengasuh Al Amien, Gus Zidni.

PURWOKERTO, nubanyumas.com – Sebanyak 100 santri mengikuti Seminar Kesadaran Hukum dan Literasi Digital yang digelar di Aula Lantai 3 Pondok Pesantren Al Amien Purwokerto Wetan, Ahad (15/2/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi LBH PC GP Ansor Banyumas bersama Pondok Pesantren Al Amien, dengan fokus mendorong penguatan kesadaran hukum santri di tengah derasnya arus media sosial.

Seminar bertajuk “Santri Cakap Digital: Literasi Digital dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) di Era Media Sosial” tersebut menghadirkan Bendahara LBH PC Ansor Banyumas, Adi Purnawan, SH, sebagai narasumber utama. Kegiatan juga dihadiri Ketua LBH PC GP Ansor Banyumas, Abrori, S.Sy., MH. dan didukung langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Amien Purwokerto Wetan, Gus Muhammad Zidny Nafa’an.

Dalam pemaparannya, Adi Purnawan menegaskan bahwa santri sebagai generasi muda tidak bisa dilepaskan dari ekosistem digital. Namun, keterlibatan aktif di media sosial harus diiringi dengan pemahaman hukum agar tidak terjerat persoalan pidana akibat unggahan, komentar, maupun penyebaran konten yang melanggar aturan.

Ia menjelaskan bahwa Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) mengatur berbagai aspek aktivitas digital, termasuk penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga pencemaran nama baik. Minimnya literasi hukum, menurutnya, sering menjadi faktor utama terjadinya pelanggaran.

“Banyak kasus hukum bermula dari media sosial karena kurangnya pemahaman. Santri harus tahu bahwa setiap unggahan memiliki konsekuensi hukum. Dunia digital bukan ruang bebas tanpa aturan,” ujar Adi Purnawan dalam sesi seminar.

Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya tabayun, verifikasi informasi, serta etika komunikasi yang santun di ruang digital. Literasi digital, kata dia, harus berjalan beriringan dengan literasi hukum agar santri mampu menjadi pengguna media sosial yang cerdas dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Gus Muhammad Zidny Nafa’an menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bagian dari ikhtiar pesantren membekali santri menghadapi tantangan zaman. Melalui seminar ini, diharapkan para santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kesadaran hukum yang kuat sehingga mampu menjadi teladan dalam bermedia sosial di era digital kekinian.

editor : akhyar