PURWOKERTO TIMUR, nubanyumas.com – Suasana halaman Mushola Al-Barokah Mersi pada Jumat pagi (22/5/2026) tampak berbeda. Puluhan ibu-ibu berkumpul sambil membawa senyum dan harapan. Di tempat sederhana itu, Fatayat NU Ranting Mersi kembali menggelar kegiatan sosial bertajuk JUMBER (Jumat Berkah), sebuah gerakan berbagi yang kali ini terasa lebih hangat, meriah, dan penuh kejutan.
Satu per satu warga datang mendekati meja pembagian. Bukan hanya untuk mendapatkan sayur mayur dan kebutuhan dapur, tetapi juga menikmati suasana kebersamaan yang jarang ditemui dalam rutinitas sehari-hari. Tawa pecah ketika peserta harus memainkan game yang dihadirkan oleh panita.
Ada yang bersorak kecil karena memperoleh banyak sayur, ada pula yang tersenyum malu-malu ketika mendapatkan hadiah tambahan berupa minyak goreng, gula, hingga danging ayam dan ikan lele.
“Konsepnya memang dibuat lebih seru supaya ibu-ibu senang. Jadi bukan sekadar menerima bantuan, tapi juga menikmati suasana kebersamaan,” kata Ketua Pelaksana JUMBER, Robiatun Nihayati.
Sekitar 40 warga hadir mengikuti kegiatan tersebut. Panitia membagikan kurang lebih 70 bungkus sayur mayur dan 40 bungkus tahu-tempe kepada masyarakat di wilayah Mersi dan sekitarnya.
Yang membuat kegiatan kali ini berbeda adalah hadirnya siaran langsung TikTok sebagai media penggalangan donasi. Selama ini, kegiatan Jumat Berkah berjalan dari swadaya anggota Fatayat NU Ranting Mersi. Namun kini, semangat berbagi itu diperluas lewat ruang digital agar lebih banyak orang dapat ikut membantu.
Melalui live TikTok, masyarakat dari luar wilayah Mersi pun bisa ikut berpartisipasi menyisihkan rezeki untuk mendukung kegiatan sosial tersebut. Cara sederhana itu menjadi bukti bahwa teknologi dapat digunakan untuk memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Di balik ramainya acara, para sahabat Fatayat NU Ranting Mersi tampak sibuk mondar-mandir menyiapkan bungkusan, mengatur antrean, hingga memastikan seluruh warga terlayani dengan baik. Nama-nama seperti Lisa, Ivah, Ning, Nari, Wati, Ati, dan Umi menjadi bagian dari perempuan-perempuan yang bekerja dalam senyap demi menghadirkan kebahagiaan kecil di Jumat pagi.
Tak sedikit warga yang pulang sambil membawa kantong berisi sayur dan kebutuhan dapur dengan wajah sumringah. Bagi sebagian orang, mungkin isi bungkusan itu terlihat sederhana. Namun bagi warga yang menerima, perhatian dan kebersamaan itulah yang terasa paling berharga.
Melalui kegiatan JUMBER, Fatayat Nihayati berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat.
“Kami ingin Jumat Berkah bukan hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi ruang bertemunya kepedulian, kebersamaan, dan harapan untuk hidup yang lebih baik,” pungkasnya.












